Beri Aku Waktu…
Buat apa terus mengingat? Yang lalu biarlah berlalu.
Buat apa terus meratap? toh manusia brengsek yang kau ratapi tak perduli denganmu?
Atau malah tengah berbahagia mereguk kehidupan barunya?!
Lebih sakit..jika itu ternyata dijalani kembali dengan si manusia lama-nya!
Sampai kapanpun RESTU itu takkan terucap,
sekalipun itu diminta dengan harap mengemis dan bersujud
Ingin rasanya aku berteriak
Sejauh apa mereka tahu dengan kehidupanku?
Sejauh mana mereka tahu seberapa dalam luka itu tergores dalam dihatiku?
Sejauh apa…? Sejauh mana…?
Tolong beri aku waktu untuk bernafas
Menjalani segala kebebasan kepak merpati di langit sana
Hingga aku bisa mengerti kembali
Apa arti merasa dicinta dan mencinta
Saling memberi dan menerima dengan setulus hati
Tidak untuk berbohong atau menyakiti
Tidak untuk ditampar,atau bahkan diludahi.
Sampai bara itu padam, dan berganti dengan aliran sejuk mata air mengalir
Karena jika “itu” terjadi kembali
PEDIH…PERIH..LUKA…!
Tak akan pernah terobati lagi, Karena lukanya jauh menghunjam sampai ke dasar

on September 8th, 2009 at 10:40 am
Heiy julia, cuma numpang tanya aja. kamu penulis? Kalau iya bisa minta kontak kamu? Sya juga kebetulan penulis (yg belum berhasil…
)
Pengen bisa sharing ke sesama penulis
Email aku yaa di ali_arroughi@hotmail.com