Sesuatu Yang Tertunda

March 31st, 2008

Tentang Novel-nya Habiburrahman El-Shirazy

Posted by julia-imoet in Books

Ppc Gw lupa…pertama kenal tulisan-tulisannya Kang Abik itu dari Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” (PPC) or “Ayat-Ayat Cinta”(AAC). Hmmh…mungkin PPC dulu. Gw penasaran baca, karena diceritain sama teman yang kebetulan pernah nulis resensinya di sebuah harian Nasional. Waktu itu gw masih bengong, belum baca sama sekali soalnya :-) Nice story, satu buku ada 2 cerita mini. Yang satu judulnya ya PPC ini, dan satunya lagi “Setetes Embun Cinta Niyala”. Setelah itu keluar Novel AAC. Pas keluar, gw belum begitu tertarik baca. Waktu ada Islamic Book Fair, iseng aja gw beli Novel AAC karena sudah ada bonus tandatangannya Kang Abik (Daripada repot-repot antri buat sign book!). Ternyata pas dibaca…Hmmmh..emang seru banget! Malahan sekarang film-nya booming banget.

 

Setelah itu, buku karangan beliau yang gw baca adalah Dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih” (KCB), Kumpulan cerpen “Diatas Sajadah Cinta” & “Ketika Cinta Berbuah Surga”, terakhir buku yang gw baca adalah “Diatas Mihrab Cinta”(DMC). Fiuuh..dahsyat ga sih, semuanya tentang CINTA! Tapi CINTA-nya dia beda sama cinta-cintaan ala buku chicklit sama Metropop, yang ini lebih religius lah pastinya. Sebagai seorang MUSLIMAH yang juga hobby baca, gw berusaha selalu ngimbangin antara baca novel Islami dan Novel non Islami. Malahan yang Novel AAC sama  KCB ini, nyokaps juga doyan bacanya :-)

 

*****

 

Tapi…makin lama kesini kok gw agak-agak gimanaa… gitu baca novel-novelnya Kang Abik. Disatu sisi emang ada sisi bagus dimana disana terdapat nilai-nilai perjuangan seseorang, tapi di sisi lain juga terlalu drama dan semudah itu endingnya. Happily ever after… (Khususnya buat AAC, dwilogi KCB, dan DMC). 

 

Buat A2C (ga usah diceritain gimana kisahnya, karena semua pasti sudah tau), tokoh Fahri-nya tercipta begitu sempurna digilai banyak wanita, dan akhirnya bisa mempersunting perempuan kaya raya, cantik, solehah, pinter. Wah,dreaming banget lah! Trus ketika akhirnya ada orang ketiga (Maria), dengan mudahnya Kang Abik meMUSNAHkan tokoh itu. Dan akhirnya, SEMPURNA lah ceritanya…Wew…kok jadi Andra and the backbone gini! Hehe…*Lagi inget sama Kang Andra yang lagi MAIN HATI* :D Kembali ke AAC, meskiiii gw juga ga menafikan kalau dalam buku ini juga tetap banyak menanamkan nilai-nilai bagus dari tokoh-tokoh didalamnya. Semangat dan ketekunan Fahri dalam belajar (baik ilmu agama maupun ilmu duniawi), semoga saja banyak menginspirasi pembacanya.

 

Kcb Dalam buku dwilogi KCB pun begitu. Tokoh Azzam, yang di awal cerita kayaknya meranaaaaaaaaaaa banget (gemesin banget lah!) trus pada akhirnya dia bisa bangkit..bangkit..dan bangkit….Happy ending deh :-) Dan katanya, dwilogi ini juga bakal di film-kan oleh Sinemart,dengan sang sutradara “berdarah dingin” Chaerul Umam. Jadi ceritanya gini nih:

Azzam mahasiswa Indo yang kuliah di Mesir tapi ga’ lulus-lulus. Ayahnya meninggal, dan dia harus menghidupi kedua adik dan ibunya yang ada di desa. Akhirnya dia kuliah sambil kerja keras disana. Kerjanya-pun serabutan. Intinya jadi tukang tempe , tapi suka juga masak-masak kalau ada acara di kedubes Indo disana. Yang terkenal antara lain juga Bakso-nya. Dia sukses jadi bisnis-man, tapi akhirnya kuliahnya ga lulus-lulus. Digilai sama anak kedubes yang juga artis terkenal di Indo (Elliana), tapi dia suka sama seorang mahasiswa Indonesia (Ana) yang  pernah ditolongnya, tapi ternyata udah keduluan dipinang temannya Furqan. Sebetulnya Ana juga ada hati sama Azzam, tapi waktu itu identitas Azzam masih abu-abu. Setelah lulus Azzam balik ke Indo, dan memulai hidup kerasnya. Gagal satu usaha, pindah ke usaha lainnya. Dalam urusan jodoh pun begitu, beberapa kali proses ta’aruf mengalami kegagalan. Ketika Ana dan Azzam pada akhirnya dipertemukan, toh Ana juga sudah tak sendiri lagi. Naasnya, calon suami Ana (Furqon) itu mengidap Aids yang ditularkan dari seorang perempuan nakal yang menjebaknya ketika di Mesir dulu. Bisa ditebak, kehidupan pernikahan Ana dan Furqon tak semulus yang diimpikan,dan Furqon masih tetap mennyimpan rahasia tertularnya dia oleh penyakit Aids. Kehidupan Azzam sedikit lebih baik ketika dia juga dipercaya oleh seorang pengasuh pesantren, yang juga ayah dari Ana, untuk mengisi kajian di mesjid pesantren. Namun, Azzam mengalami kepedihan, ketika Ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, saat bersama dia. Azzam sendiri mengalami kelumpuhan, meski tak permanent. Endingnya, bisa ditebak…Ketika Ana tau kalo Furqon mengidap Aids, dia mengalami kekecewaan atas ketidakjujuran suaminya selama ini. Untungnya dia masih Virgin! Ana minta cerai dari istrinya, dan akhirnya kembali pada Azzam ;-)

*****

Dmc Ga beda jauh dengan cerita diatas, dalam kumpulan Novelet Pembangun Jiwa-pun begitu. Terdiri dari 3 cerita: Takbir Cinta Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan Mahkota Cinta.

 

Takbir Cinta Zahrana, bercerita tentang kehidupan Zahrana yang masih melajang di usia yang semakin senja,meskipun kehidupannya telah mapan. Master dari  perguruan tinggi ternama, dan menjadi sebuah dosen di sebuah Universitas. Zahrana sempat menyesali, kenapa ketika dia masih muda, banyak kumbang yang meminangnya tapi tak dia terima. Padahal, orang-orang yang dulu dia tolak itu telah menjadi sukses. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sekarang, yang datang hanya “sampah”. Begitupun ketika pada akhirnya ada yang ingin meminangnya, Dekan fakultas dimana dia mengajar,seorang Duda. Bukan karena dia orang yang sudah tua yang membuat Zahrana kembali menolaknya, tapi lebih karena track record dia yang suka main perempuan dan kehidupan yang tidak Islami. Penolakan itu membuat Pa Karman (dekannya) tidak terima, ingin  menjerumuskan Zahrana. Tapi sebelum itu, Zahrana sudah meminta mundur terlebih dahulu dari Kampus. Membuat murka Pa Karman, dan sering menebar teror. Zahrana akhirnya memilih untuk mengajar di sebuah Tsanawiyah,meski gajinya jauh lebih kecil, namun dia merasa nyaman.  Proses pencarian jodoh pun tak berhenti sampe disitu, sampe pada suatu ketika dia ditawari jodoh seorang tukang kerupuk yang soleh dan lebih muda usianya dari dia. Kalau memang itu jodoh yang diberikan Alloh buat dia, Rana menerima, karena ternyata jodohnya ini adalah seorang yang taat beragama. Namun naas, ketika hari-H, justru berita duka yang ia terima: Jodohnya mengalami dicelakai orang dan meninggal. Namun pada akhirnya penantian Rana berakhir happy ending, ketika pada akhirnya jodoh berpihak pada dia. Hasan, Bekas mahasiswa yang ia bimbing skrispinya ;-) *Brondong Ooooy…* Hehe….

 

Diatas Mihrab Cinta, konon katanya juga sudah “dipinang” rumah produksi film untuk diangkat ke layar lebar. Bercerita tentang seorang anak pesantren (Syamsul) yang difitnah temannya, dituduh mencuri. Pada akhirnya Syamsul dikeluarkan dari pesantren, dan mencoba hidup mandiri karena ternyata keluarganya (kecuali Ibu dan Adiknya) juga tidak mempercayainya. Karena sudah tak ada yang percaya padanya, Syamsul pun akhirnya emmutuskan untuk menjadi orang tak baik sekalain. Menjadi pencopet! Awalnya tertangkap, tapi akhirnya dia banyak belajar dari temannya sesama penghuni sel untuk menjadi pencopet handal tanpa ketahuan. Syamsul minta bantuan adiknya ditebus dari sel, tapi kembali menjalani kehidupan gelapnya. Namun kehidupan berbalik, ketika dia mencopet dompet seorang wanita yang ternyata pacar dari orang yang telah memfitnahnya waktu di pesantren,yaitu Burhan. Ternyata selama ini Burhan membohongi Silvie. Pada kenyataanya, Burhan telah bertunangan dengan seorang santriwati. Niat Syamsul mengembalikan dompet, dan berencana membalas dendamnya, telah membawa kehidupan Syamsul ke arah yang lebih baik. Syamsul malah menjadi guru ngaji tetangga Silvie, dan akhirnya kenal baik dengan keluarga Silvie. Ketika pada akhirnya Syamsul membocorkan kebejatan Burhan pada keluarga Silvie dapat ditebak deh…Burhan pun pada akhirnya dipecat menjadi calon menantu, dan Syamsul menjadi penggantinya ;-)

 

Kalau Mahkota Cinta beda lagi, cerita ini mengambil setting kehidupan orang Indonesia di Malyasia. Ceritanya, tentang Zul seorang Sarjana yang mencoba merantau ke negeri Jiran  untuk bekerja dan melanjutkan kuliahnya. Meski lulusan sarjana, kehidupannya tak juga lebih baik, hanya menjadi pekerja kasar. Dalam perjalanan ke Malaysia , dia banyak ditolong oleh seorang TKW bernama Mbak Mari. Mbak Mari ini sudah menikah, tapi ternyata suaminya kejam, dan dia menjadi TKW untuk lepas dari kehidupan suaminya. Kehidupan Zul di Malaysia pun tak lebih baik dari sebelumnya. Dengan bekerja kasar sebagai pencuci pring di sebuah café, dia menghidupi kuliah S-2nya,. Untungnya dia punya teman se-Indonesia satu flat yang baik-baik, yang terus mendorongnya dan memberikan ilmu agama yang lebih baik. Hingga pada sustu ketika Zul emrasakan jatuh cinta yang sangat kepada Mbak mari dan beniat untuk menikahinya. Namun kenyataan belum berpihak padanya, karena ternyata rumah Mbak Mari yang didatanginya telah kosnong karena penghuni rumah tersebut dituduh sebagai pelacur dan ditagkap. Hancur hati Zul, tapi itu emmbuatnya semangat kembali untuk melanjutkan study-nya sampai selesai. Ketika datang tawaran untuk melamar menjadi seorang dosen di sebuah Universitas di tanah air,membawa Zul kembali ke tanah air. Disini, niatnya untuk menikah kembali muncul. Waktu di Malaysia dia sempat mau dijodohkan dengan gadis Melayu, tapi kandas karena ternyata perempuan yang mau dijodohkan dengannya sudah punya pilihan dari kakaknya. Di Jogja, Zul ditawari menikah dengan teman istri teman satu flat-nya waktu di Malaysia (Jangan bingung loh…:Hehe..). Ternyata oh ternyata…wanita yang dijodohkan dengannya itu tak lain adalah mbak Mari! Cinta pertamanya waktu di Malaysia dulu. Pertemuan kali ini emberikan titik terang, bahwa selama ini Mbak Mari bukanlah seorang pelacur. Hanya krena teman satu rumahnya ada yang menjadi pelacur, semua menjadi tertuduh. Dan selama di Malaysia dulu, ternyata Mbak mari juga seperti Zul: kuliah sambil bekerja, ngakunya jadi TKW.

 

*****

Setiap Novel, memang memiliki jalan cerita yang bikin penasaran. Namun disini kita dituntut untuk menjadi pembaca yang SMART. Bawa yang baiknya, buang yang buruknya ;-) Nilai-nilai kebaikan yang dibawa sang tokoh kita ambil, tapi jangan terlalu tinggi bermimpi kalau itu bisa kejadian juga dalam kehidupan nyata. Seperti kata gw dalam tulisan diawal: Kok terlalu SEMPURNA pada akhirnya. Emang ada yah S2 yang mau nikah sama tukang kerupuk keliling? Alhamdulillah banget kalau ada pencopet yang seperti si Zul, yaa..ngarepnya sih para copet jadi Insyaf habis baca buku ini :-) Aamiin…

 

Trus, pada akhirnya semua dikembalikan kepada kita, jadilah pembaca yang SMART. Jangan kayak Ibu-ibu yang habis liat film Ayat-Ayat Cinta trus minta Fedi Nuril jadi mantunya, karena kebawa sama tokoh ceritanya si Fahri. Heuheu..aya-aya wae! Trus buat Kan g Abik, mudah-mudahan bisa bikin cerita yang lebih bagus dan lebih bagus lagi. Dengan tidak menafikan, kalau gw acungi jempul juga buat Kang Abik, yang sudah membawa karya Islami ke level atas, dan mulai banyak dilirik orang, penrbit, dan juga para produser film. Great Job!!    

March 31st, 2008

April Mop, Tragedi Pembantaian Umat Islam Spanyol

Posted by julia-imoet in Religion

Silahkan dibaca…Buat yang percaya aja. Yang ga percaya, ga usah komentar :

Aprilfoolillus Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005)

SEJARAH APRIL MOP

Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours>, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).

Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam

( Diambil dari: Www.eramuslim.com)

March 23rd, 2008

Ciwidey…Ooh..Ciwidey…

Posted by julia-imoet in Travel

Long Weekend minggu lalu (20-21 Maret 2007), gw dan beberapa Sobat (Systa-Neena-Septy-Antho) mencoba untuk menjelajah Bandung Selatan. Awalnya, kita mo ikutan acaranya anak-anak Letto di Gunung Peananggungan-Jatim. Tapiii….karena ternyata rombongan dari Jakarta berangkatnya tanggal 18 malem (harus bolos sehari boww!) Ga’ jadi deh…ga’ berani gw minta Ijinnya. Udah Long Weekend, masa’ masih mo nambah lagih.

Finally, hanya dengan perencanaan 1-2 hari, berangkatlah "cewe’2 wonderwoman" berempat dari Jakarta menuju Bandung (buat “nyulik” Antho dulu,hehe..). Meeting point kita di perempatan Uki. Ternyata oh ternyata…orang yang mau mudik buanyaak beneer!!!! Dan mobil Bandung pun hanya satu-dua yang lewat, itupun sudah penuh. Mungkin karena dari terminal sudah penuh, jadi bus-nya langsung naik tol. Huhuuu….Finally, kita pilih naik dari terminal Bekasi. So, dari rencana berangkat dari Jakarta jam 7, harus molor. Jam setengah 10-an, kita baru jalan dari Bekasi.

PARAHNYA…jalan tol Cikampek, dari Bekasi sampe Karawang padat banget! Tersendat malah. Walhasil, jam 12-an kita baru sampe peristirahatan di daerah Karawang. Whuaaa…..!!! Yang kasian menurut gw sih ya sopirnya, pegel kaleee..injek kopling. Setelah Karawang, Alhamdulillah jalanan lancar. Sampe Bandung sekitar jam 2. Dengan wajah lesu, kita Ishoma (Istirahat-Sholat-Makan) dulu depan terminal Leuwipanjang. Setelah itu,lanjut ke Ciwidey dengan bus reyot :P Pssssssssst….dalam perjalanan, gw dapet telf dari tim kreatif-nya Empat Mata Trans-7. Ditanya-tanya seputar Per-Padian buat acara Empat Mata ntar malemnya. Hiks….sedih banget deh, ternyata malemnya ga bisa lihat.

*****

Ternyata Bandung-Ciwidey teh jauh pisan euy! Mana bus-nya boyoooot…..pisan. Ngetem-ngetem pula, sukses banget deh nyampe Ciwidey Maghrib! Parahnya, “buku pinter” yang didapet donlot dari internet ga kebawa. Walhasil, selama hampir 2 jam kita pun kesulitan nyari penginapan. Untungnya si Abang angkot-nya mau nganterin bolak-balik ke atas-kebawah, sampe kita dapetin penginapan. Dari penginapan murahan sampe yang mahal, PENUH semua! Hiks…sampe hopeless banget, kalo emang ga dapet penginapan, kita pilih nginap di mesjid aja :’( Tapi pas besoknya kita pada ngerumpi. “Iiiih,gimana yah kalo pas kita tidur di mesjid trus ada yg mindahin ke dalam bedug kayak pelem si Kabayan itu tuuh…” Hehehe…..dasar jurig film kabeh!

Akhirnya, setelah pusing tujuh keliling, ada satu “penginapan” yang masih kosong. Pada awalnya kita ragu, sepertinya itu “penginapan” tempat "check in". Pas ditanyain, ternyata short time!, kita check in jam setengah delapanan, check out-nya jam 7 pagi! Tapi karena udah kepepet, yasutralah…rame-rame ini. Kalopun ada yang mecem-macem, kita keroyok aja rame-rame :P Akhirnya kita pesen 2 kamar, 1 kamar buat cewek berempat, dan satu kamar buat co’. Yang bikin meyakinkan kita kalo tu motel tempat “check in” , di sebuah meja Neng Neena nemuin tulisan dengan spidol seperti ini “27 Februari 2007, Kau dan Aku.., Uenak Tenaaann…”. Whuahaha…pada Ngakak deh kita bacanya :D Gokiiiiil…..

Untungnya, malemnya ga’ ada kejadian yang mengkhawatirkan. Meski tidak 100% bisa tidur lelap, tapi lumayanlah bisa istirahat buat melanjutkan journey kita keesokan paginya. Parahnya nih, ternyata tuh motel airnya minim banget! Satu kamar berempat, dipake mandi 2 orang airnya udah abisss! Akhirnya, yang 2 orang pun berkorban ga’ mandi (Termasuk gw! Hehe…). Untung aja udaranya dingin, mendukung laah… :P Mandi minyak wangi pun cukup. Xixixi…

*****

Pohon_stroberi Jam 7, kita check out dari”motel” itu. Sarapan seadanya, di depan warung kecil depan motel, habis itu poto-poto deeh di depan kebun Strawberry yang buanyaak …..banget bertebaran di sepanjang jalan Ciwidey. Kalo mau metik sendiri, 35.000/Kg-nya. Tapi karena males bawanya, berat! Kita ga jadi petik sendiri. Setelah itu, lanjut deh ke Kawah Putih pake angkot kuning. Di angkot itu, kita ketemu barengan sesama “backpacker” juga sepasang suami istri (Mbak Welly dan suami). Ternyata, mereka juga sama mau ke Kawah Putih dan Situ patenggang. Pada akhirnya, kita barengan terus sampe Patenggang, mereka masih lanjut camping dan habis itu katanya mau ke Tangkuban Parahu. Wuiih..seneng banget deh kayaknya, kalo punya pasangan hobby jalan juga! ;-)

Gerbang_kawah_putih2

Sampe gerbang Kawah putih, kita poto-poto dulu *Narsis mode on*. Bertemu rombongan motor Pak Pos yang mau naik keatas, tadinya mupeng buat nebeng. Tapi malu-malu! Hehe…akhirnya,kita nyarter mobil pick up sewaan. HTM ke tempat wisatanya Rp 10.000. Kalau naik mobil per-orang Rp 6000, tapi itu kalau penuh semua isi 15orang. Karena masih pagi, ga ada lagi yang mau naik, akhirnya kita bayar satu mobil 90rb untuk 7 orang.

Puncak_view_1

Ditengah jalan, sempet-sempetnya kita minta berenti sama Pa’ sopirnya buat poto2! Heuheu..Sumpah,pemandangannya keren banget! Selain kita, disitu juga udah ada beberapa fotografer muda *dan cute* lagi pada motret ;-) Setelah puas jepret-jepret, kita lanjutin perjalanan. Busyet dah! Sampe atas ternyata orang udah banyak juga yang sampe sana. Padahal masih pagi…Meski ga gitu nyaman karena banyak orang, Tapi emang pemandangan disana Subhanallah..keren banget! Lebih keren kalo menurut gw bila ada sedikit kabutnya turun. Lebih eksotik dan romantis kayaknya ;-) Kaya’ di pelem HEART itu loooh…! *Jurig Pelel mode on* Sayang ga nemu Irwansyah disini. Keqeqeq….. Puas-puasin deh kita pada narsis poto2. Mumpung udah sampe sini…udah jauh2! Sambil ngayal2 dikit, kalo Pre-wedding kayaknya asyik juga ngambil spot disini :P

Kawah_putih

Puas menikmati keindahan alam ciptaan-NYA, kita belanja Strawberry dan cinderamata. Setelah itu, melanjutkan perjalanan ke Patenggang. Dodolnya, meski kita udah sewa angkot PP, tuh sopir ternyata ingkar janji! Ditunggu-tunggu kaga’ nongol2. Mana tuh parkiran udah padet banget. Akhirnya kita pilih jalan kaki sedikit turun kebawah. Dan suasana dibawah parah banget! Parkiran udah puanjaaaaaaaang banget,dan orang pada pilih jalan kaki, meninggalkan mobilnya jauh dibawah. Untungnya ga lama kita nemu si sopir DODOL. Betenya, meski kita udah bayar full, dijalanan ada juga yang nebeng naik. Walhasil kita empet-empetan deh.

Ternyata suasana dibawah udah ga karuan! Parkiran udah penuh banget. Mobil kita aja baru nyampe langsung diserbu Ibu2. Ck..ck..ck..untung aja kita udah selese liat2nya. Niat mau refreshing, kalo penuh gitu apa nyamannya… Ternyata, mobil angkutan menuju Patenggang juga penuh. Untungnya ada angkutan yang mau balik lagi jemput kita. Di jalanan, hujan sempat turun deres sebentar. Subhanallah..lihat kanan-kiri kebun teh dengan kabutnya. Damaaaaaaaaaaai banget! Tapi dingin bowww…Untungnya,perjalanan ga begitu lama. Sampe juga kita di situ Patenggang.

Situ_patenggang

Tapi gw agak sedikit kecewa. Ternyata pemandangannya ga’ seindah yang gw kira. Mungkin karena banyak orang, jadi ga nyaman aja. Perasaan waktu diliat dari atas keren banget. Pas sampe bawah, kok agak sedikit kotor gitu. Lebih keren kalau ada kabut turun dikit deh…Mau poto2 juga agak sedikt males. Tapi ya namanya moment, sayang banget kalau udah jauh-jauh disia-siakan. So, mejeng mah teuteuuup doong harus ;-) Cuma kita disini ga gitu lama. Mau naik perahu buat mengelilingi Pulau Cinta aja males. Mending pulang aja deh..kesorean ga ada angkutan ngeri juga. Tapi sempet juga tuh kita minta Pa Sopir berenti waktu ada spot bagus buat motret ;-) *Narsis Mode On* Oh ya, sepertinya pemkot Bandung kurang serius menangani tempat wisata ini.

Sampe kawasan Kawah Putih, kemacetan panjang lebih parah lagi! Sekitar jam 3-an gitu, mobil-mobil di stop buat masuk kawasan wisata. Sudah melebihi kapasitas, sedangkan kawasan tersebut sudah harus ditutup jam 6 sore. Katanya sih jam segituan kabutnya sudah turun, takutnya membahayakan. Walhasil, banyak yang kecewa. Tapi ya mau gimana lagi. Untung banget kita memutuskan pagi-pagi banget dateng kesini. So, buat yang berencana mau main ke Kawah Putih, lebih baik pagi-pagi, dan jangan pas libur panjang!

Sampe terminal Ciwidey, sekitar jam setengah empat sore. Setelah numpang Ishoma di mesjid terminal yang seadanya, kita lanjut perjalanan menuju Bandung. Jam 4, sudah ga ada bus menuju Bandung. Akhirnya kita naik mobil colt yang memang lumayan banyak ngetem disitu. Gara-gara makan ga begitu teratur, maag gw sempet kambuh. Lebih berat dari biasanya. Walhasil, sepanjang perjalanan gw nahan sakit lambung ini. Sumpah, sakiiit..banget ;’( Apalagi sempat sedikit mengalami kemacetan. Sekitar jam 6 maghrib Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat di Bandung. Sebelumnya, kita mampir ke “Kartika Sari” di daerah Kopo buat oleh-oleh orang rumah. Sampe Leuwi Panjang, kita berpencar.

Buat para “Backpacker dan Jingpacker gelo”, thank for special journey-nya ;-) Tapi lain kali dengan perencanaan yang matang yah.. Next? Mana lagi nih BALI? *Ting..Ting*

March 17th, 2008

Rona Hidup Rona

Posted by julia-imoet in Books

Resensi Buku: Rona Hidup Rona

By : Mira Arsjad

Hgqj2426big

Kata siapa cinta tak mengenal usia?

Kata siapa orang bebas jatuh cinta?

Kalau memang semua itu benar…

Kenapa aku enggak merasa begitu

Kenapa umur jadi masalah?

Buku ini (seperti biasa) sudah lama dibeli. Tapi baru sempat dibaca waktu long week end kemarin. Mau keluar kota, kebayang lamanya perjalanan Jakarta - Madiun -Wonogiri-Solo-Jakarta, gw pun milih buku ini sebagai “teman” dalam perjalanan. Di satu sisi gw suka baca ni buku, tapi di satu sisi..Fiuuuuh…dalem banget! Ringan sebetulnya, tapi “Berat” lah pokoknya mah (khususnya buat gw).

Ceritanya, tentang seorang perempuan bernama Rona. Usia 29 th, nyaris menikah, tapi gagal. Seperti buku yang sebelumnya gw baca (Being Hard…) alesannya karena cowoknya SELINGKUH. Na..Na..Na..Naa..Naaa…. SAKIT? pasti. Karena pernikahan hanya tinggal sebulan lagi,dan semuanya sudah dipersiapkan. Tapi Rona malah bersyukur, karena Tuhan telah membuka matanya sebelum Tion menjadi suaminya. Kalo kata lagunya KD- mah “ Terimakasiiih oh Tuhan, Kau tunjukkan siapa dia. Maaf kita putus, so tengkyu so much, I’m sorry goodbyeeeeeeeeee…”

Back to the topic. Rona ternyata tidak sepenuhnya terpuruk dalam kesedihan, cowok brengsek ga perlu ditangisi kepergiannya. Meski beberapa kali Tion ngajak balik, tapi karena Rona sudah tau gimana belangnya dia, males aja gitu buat balik lagi. Sampai pada suatu ketika, Rona berkenalan dengan gebetan adiknya (Nena) yang beda usia jauh. Nama cowo’ itu adalah Tama. Ga disangka, Rona dipertemukan kembali dengan Tama pada suatu kesempatan-kesempatan tak terduga. Hingga akhirnya, mereka harus masuk kedalam “Cinta Ngga Banget.”. Looh…?

Yaaah..gimana rasanya coba macarin gebetan ade’nya? Udah gitu beda usianya 9 tahun pula *Berondong mode On* Rona yang sudah mapan, sementara Tama baru masuk kuliah. Hehehe…Bisa ditebak, pada akhirnya hubungan rahasia itu harus terungkap juga. Sampai pada suatu ketika mereka berdua mengalami kecelakaan tragis karena berdebat akan suatu hal yang “prinsip”, beda usia diantara mereka.

Dalam kecelakan itu, Tama yang mengalami sakit parah dan koma. Saat itulah, Rona berkenalan dengan Rema, kakak Tama dari Ayah berbeda. Bisa ditebaklah gimana kelanjutannya.. ;-) Sebetulnya gw ga’ gitu sreg dengan endingnya. Happy ending yang menyakitkan. Hiks…Baca deh salah satu SMS yang dikirim Tama buat Rona:

Klo pun tnyata kt harus pisah…

Bukan krn aku mau…

Bkn krn aku sanggup…

Tp krn kt hrs..ato terpaksa

(Btw, ABG banget bahasanya! Hehe..tapi lebih mending lah cuma disingkat-singkat gitu. Daripada yang di tuker-tuker gitu bahasanya pake angka, or pake bahasa gaul. Heuheu…pusing lagi bacanya).

By the way anyway busway…gw suka buku ini, karena penulis pake bahasanya yang simple, jadi mengalir apa adanya banget. Yang unik, judulnya panjang-panjang euuy…kaya’ gw baca judul-judul headline di Koran Pos Kota, or Lampu merah. Heuheu…Tapi seru! Berani tampil beda.

Baca buku ini, gw jadi inget film “Prime” (Meryl Streep, Uma Thurman, Bryan Greenberg) sama “I could Never Be Your Woman” (Michelle Pfeiffer, Paul Rudd) yang pernah gw tonton. Eh, ada lagi! Lagunya T2!!! Broooniiiissss….Xixixixi….

March 16th, 2008

When A Man Lost a Woman

Posted by julia-imoet in Books

When_a_man_lost_a_woman_1 Suatu ketika, gw sedang dalam obrolan sersan “Serius tapi Santai” dengan seorang sahabat. Waktu itu,topik kita tentang mahluk Tuhan  yang bernama COWOK. Seperti biasa, kebetulan kita lagi saling curhat. Sahabat gw ini bertanya “Jul, gw pengen tau deh…gimana sih cowok kalau lagi patah hati.” Waktu itu gw cuma bisa tersenyum, ga tau gimana jawabnya.

Sampai suatu ketika gw baca sebuah Novel yang judulnya “When a Man Lost A Woman” karangan Ita Sembiring dari penerbit Gagas Media. Novel ini isinya berbagai kisah tentang lelaki-lelaki yang desperate. P’rus yang bercerai dari istrinya dengan 2 anak dan kemudian mencintai sepupunya sendiri, Roga yang selalu mencintai wanita lebih tua usianya dibanding dia, Boris “bandot” tua yang dikhianati Purjil yang pada akhirnya memilih pria yang seusia dengannya, Jan Peter yang diperas hartanya oleh wanita simpananya.

Rada berat juga sih ceritanya buat gw. Apalagi ini kisahnya ber-setting luar negeri yang gw ga ngerti banget, dan kehidupan bebas-nya yang yeaaachh…disgusting!!! Ga’ sesuai dengan norma agama dan susila ketimuran. Tapi gw baca juga sampe selese sih, penasaran aja gimana ujungnya. Akhirnya beberapa dari mereka dipertemukan dalam perjalanan di sebuah kereta, dan lucunya…ternyata ada salah 2 dari mereka yang pernah berhubungan dengan satu perempuan yg sama. Heuheu…Dunia emang sempit ya booww.

Finally, Neena San…here’ the answer for your question. Please read it:

Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa kecuali saputan mendung di wajahnya…

Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan, kau akan melihat kedua tangannya terkepal, dan rahangnya mengeras karena amarah…

Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi…

Tapi coba tanyakan padanya…mengapa sudi dipecundangi cinta? Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa. Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh, lalu berkata “Kalau kau pernah mengecap cinta, kau tak akan pernah bertanya.”

March 16th, 2008

Kerispatih vs Letto

Posted by julia-imoet in Music

Sammy_1

Berakhirlah sudaaaah semua kisah ini, dan jangan kau tangiiiisiiii laaaagi…
Sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamuuuuu….
Sejuta kata maaf terasa kan percumaaaa, Sebab rasa ku tlah mati untuk menyadarinyaaaaaaaa…..

Yeaaaaaaaaaaaaaacccccch!!!!

LOH??! *Yang terakhir itu kok ya ga’ penting banget yaks!* :))

PUAS…satu hal yg gw rasakan ketika liat konsernya Kerispatih sama Letto (bonus: Marshanda) di La Piazza kemarin. Rasanya sudah lamaaa banget ga liat concert (Konsernya PadI kaga’ diitung yee..itu mah pengecualian! Keqeqe…). Kalo udah tereak-terak smabil nyanyi di tengah lapangan gitu rasanya kok yaa…legaa banget. Dibanding liat di Tipi, aura-nya berasa beda banget. Apalagi ini konser GRETONGAN! Heuheu…tambah mak nyos dah..

Niat gw awalnya mau liat Letto, eh..taunya ada Kerispatih juga. Ya sudah, All in deh ;-) Meski ini bukan kali pertama liat Kerispatih Live (Letto sih ga’ keitung! Hehe…), gw tuh selalu terhanyut mendengarkan si Sammy nyanyi. Keren banget! Suara rekaman sama live-nya sama! Dan kemarin, get lucky gw dapet lemparan pin-nya Kerispatih :P Mayan,buat nambah2 koleksi pin gw. Tapi Cinta Putih-nya ga’ dinyanyiin euy..

Dhedot

Acara dari jam-2, eh..Letto-nya baru nongol abis maghrib. Cyape’ dyeechh… :P Tapi ga’ juga sih. Karena disitu banyak mall,jadi bisa keliling2 dulu. Itu acaranya Molto, jadi kebanyaakn yang dating emak-emak gitu sambil bawa-bawa anak kecil. Hehe… Biar crowded, ga gitu rusuh. Sayang gw salah posisi, harusnya ambil kanan tuh biar pas sama posisi si Dhedot. Tapi gapapa lah..sudah sering liat ini :)) kasian sobat gw yang udah “Ngiler” pengen liat Kangmas-nya. Heuheu..soalnya posisi kita udah PW buat motret. Ok guys, let’s rock the world….!!!!

Dengarkanlah permintaan hati yang teraniayaaaa suuuunyiiii…..
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempaaaaas…. yang terlepaaaaas….
Pelukanmuuuuuu…. Bersamamuuuu…. dan tanpamuuuuuu….Aku hilaaang seaalaaaluuu
Bersamamuaaaa dan tanpamuuuuu aku hilanaaag seeeelaluuuu…..

Yeaaaaaaaaaaaaaacccccch!!!!

:P

Kangmas_noe_1

March 11th, 2008

Komputer = “Nyawa” Kedua Gw (?)

Posted by julia-imoet in Web/Tech

Dpan611l_1 SHOCK!!

Ga ada angin ga ada ujan (Emang nyambung gt?) Tiba2 kompie kantor gw error tanpa sebab! Pagi2, Pas lagi nge-prin tugas yang harusnya deadline kemarin, tiba2 aja kompie-nya nge-hang. Gw re-start. Eeh..malah ga bisa kebuka lagi Window-nya. Huhuu..pengen nangis ga sih!!! Badan gw berasa gemeteran aja saking desperate-nya. Semua kerjaan dan banyak file-file2 lainnya ada di kompie ini. Satu-satunya pertolongan adalah ngadu ke bagian IT di office. Untung aja Ade’-ku yang satu ini Alhamdulillah selalu mau direpotkan oleh gw (Pssst…ini bukan pertamakali soalnya! Ga tau kenapa,kompie gw sering banget ngadat).

Untungnya, setelah mendapatkan penanganan di ICU, computer gw yang sekarat akhirnya dapet terselamatkan. Thanks GOD! Alhamdulillah..Alhamdulillah..ga’ jadi di-demo temen sekantor deh :P   Meski harus ganti computer, yang penting hard disk-nya terselamatkan.

Buat gw, computer itu ibarat “nyawa kedua” buat gw. (atau ke-3? Setelah HaPe. Hehe.. terlalu didramatisir ga sih?!) Soalnya, semua aktifitas gw ya ada di “mahluk” yang atu ini. Ga cuma kerjaan, computer itu hiburan juga buat gw. Gw pake buat nulis, chatting (SEPERLUNYA), browsing, dngerin musik, nonton film, burning, dll..dll…banyak deh! Kalo udah depan computer, bisa lupa waktu. Palagi klo Nulis or lagi Online :P Kalo udah gt, padahal yg repot gw sendiri. Karena kalo lama-lama depan kompie, pala gw suka puyeng. Headache! Karena borring-an, gw ga terlalu suka main game. Cepet bosen. Wasting time. Hehe…Sama seperti nonton film Indihe, gw ga terlalu suka. Lamaaa….booww :P

Pernah gw dibuat repot sama si kotak ajaib ini. Waktu itu gw dihadapkan pada dua pilihan: Beli motor atau Notebook. Maunya sih dua-duanya! Hehe..tapi karena harus milih, pilihan gw adalah: NOTEBOOK! Waktu itu, notebook yang gw pngen (Toshiba) adanya paket-an sm Window Vista. Karena OS ini masih mayan jarang, dibikin repotlah gw. Karena banyak program lain yang belum connect sama ni program. Yang paling dibuat repot masalah INTERNET. Biasa pake handset Nokia CDMA, eh..ga bisa! Setelah Tanya sono-sini, pegel gotong sono-sini (ke Fren, ke Nokia, ke mangga dua) akhirnya gw pilih beli modem CDMA lagi. Fiuuh..repoooot..repooot!. Waktu itu padahal sudah hopeless, tiap install program selalu ga bisa. Printer gw yg lama pun ga kepake, gara2 ga connect programnya sm tu Window .. Gw males nyari2 program barunya lagi.

Sekarang kalo nyari apa-apa, terutama gadget! (‘coz I’m freaks all about gadget !), gw selalu nanya: compatible ga sama Window Vista?! RUGI, beli gadget ga bisa gw utik-utik karena masalah yg atu ini.       

March 9th, 2008

80-an

Posted by julia-imoet in Music

Logo_1 Band Club Eighties? Nope..Kali gw bukan mau ngomongin soal band gokil pentolannya si Vincent-Desta,dkk itu ;-) tapi mau cerita-cerita soal masa-masa di tahun 80-an. Euforia,sisa nonton acara Zona 80-an yang tayang perdana di tipi (Metro-Tv) Minggu malam lalu (2 Maret 2008). Acara itu mengangkat tema-tema khusus seputar tahun 80-an. Tapi disini gw persempit bahasannya, mau ngomongin tentang musik di era 80-an.

I Luv Music! dari kecil. Ga jago nyanyi, tapi gw sukaaaaa…. banget dengerin musik, dan nonton konser. Waktu tahun 80-an,sebetulnya gw juga masih kecil sih..akhir tahun 80-an aja gw masih SD gitu. Tapi musik-musik mereka kok ya nempeeeel…. sampe sekarang. Meski waktu itu sempet rame karena dianggap sebagai musik-musik cengeng.

Setelah gw telusuri, apa yang bikin masa itu berkesan buat gw adalah karena gw “dicekokin” musik itu sama kakak ce’ gw yang emang selisihnya mayan jauh. Kalo ga salah, pas gw SD dia udah SMA gitu. Dan dia tuh paling rajiiiiiiiiin banget nulisin lirik lagu di buku, dan rekam lagu2nya. Nah, gw sama sodara2 gw paling rajin ngikutin perkembangan musik 80-an dari situ. Mamang sama Bibi gw, yang kebetulan tinggal bareng kita, juga cinta musik. Mereka suka beli kaset-kasetnya juga, lengkap deh gw ‘diracunin” mereka :D

Ada satu kejadian yang sampe sekarang terkenang-kenang sama gw. Waktu itu rombongan artis 80-an konser di kota gw. Dan jaman itu, artis datang ke kota kecil, sambutannya heboh banget! Mereka konvoi keliling kota , dan gw menanti gt bareng temen-temen yang masih bau kencur juga. Malah gw sempet bete-betean gt, gara-gara ada kejadian rebutan poto yang disebar dijalanan. Heuheu…Nostalgilaaaa! Tapi karena masih kecil,gw sih ga sampe nonton konsernya.

Sampe sekarang, gw juga masih suka hunting album-album mereka. Kalo ga MP3-nya, kadang gw hunting pas main ke Duta Suara Sabang. Disitu gw suka banyak nemu album yang ga’ gw temuin di toko kaset lain. Waktu hari minggu kemarin sempet mampir kesana, rencana sih cuman nyari album barunya Lobow, taunya gw yang “kesetanan” gitu borong CD dan kaset-kaset lama. Whuaaa..tekoor..tekoor….FYI aja nih, album LCLR Prambors 80-an masuk Best Seller di Duta Suara Sabang! Cuman satu nih, yang gw belom nemu sampe sekarang: Album Solo-nya Kang Armand Maulana. Hiks…

Ada satu cerita nih…kebetulan komputer di kantor gw pake jaringan, dan kita tuh bisa sembarang masuk ke komputer orang. Kita bisa liat file-nya orang, sepanjang file itu emang sengaja di-sharing. Tiba-tiba temen gw yang tau gw suka musik nyamperin meja gw. “Sini deh Yul,gw ketikin link computer orang. Ga tau komputernya siapa, disitu banyak banget musik jadul-nya.” Pas gw buka…Heuheu..ternyata emang beneran! List-nya Jadul-jadul banget deh.. Top markotop! Tapi sampe sekarang gw ga tau itu komputernya siapa :P   Keqeqeqeq…..

   

Terusik kembali akan kenangan 80-an, ketika gw baca Shoot Out friendster temen gw: “Obbie Messakh apakabarnya yah..” (Hayoo..buat yang merasa!). Ga lama setelah itu, gw baca di Koran, kalo akhir Februari artis-artis 80-an mau bikin konser rame-rame gitu. Gw SMS lah temen gw itu “Obbie Messakh dkk mau bikin konser kenangan tuh..”. Ealaah…dia kaget banget, dikirain Opa OM udah meninggal. Heuheuheu….saking ga pernah nongol lagi tuh! Disangkanya udah tiada.

Trus waktu Minggu lalu, gw kelupaan tuh ada acara perdana Zona 80-an di Metro Tv. Tiba-tiba dapet SMS dari “Fans”nya Obbie Messakh itu “  Huaaaa…Neng,nonton metro jadi berasa tua bener. Hiks..:P ” Kebetulan waktu itu gw lagi asik online depan komputer, langsung deh stel Tipi dan SMS temen gw “angkatan 80-an” juga yang waktu itu kebingungan karena di Global ,American Idol-nya lagi edisi 90-an. Gw mo pindah2 channel susah, coz lagi pake antena dalem nonton di kamar, kalo pindah posisi repot mindah2 antena-nya :P

Waktu kapan tuh, di Dorce show ada juga bintang tamunya mantan2 penyanyi cilik gitu. Ada JULIUS SITANGGANG! Whuaa..waktu masih ingusan gw dan temen2 gw tuh nge-fans banget ma Sitanggang bersaudara ituh! “Mariiiiiiaaaaaaaaaaa….”  :D Jaduul..Jaduuul….Sekarang, Julius udah gemuk, kaya’ om-om. Perasaan gw masih imut-imut begini mulu dari dulu. Heuheu….

But anyway, meski gw suka lagu 80-an, gw sampe sekarang masih up2date ngikutin perkembangan musik. Terutama musik Indonesia-nya. Cuman sekarang gw agak kesulitan ngikutinnya, karena buanyaaaaaaaaak banget penyanyi2 baru bermunculan. Kalo dulu, tiap ada lagu bagus gw selalu beli albumnya. Sekarang gw selektif, BOROS :D banyak yang lagunya cuma satu or dua aja yang bagus. Cara milihnya? Dengan beli MP3 bajakan (Hehe..maap). Kalo emang lagunya bagus2,gw PASTI beli album aslinya. Sekarang koleksi gw udah mayan buanyak, pusing lagi ngaturnya. Belum Buku, Majalah,  VCD/DVD, duh…kamar gw udah kayak GUDANG aja :P Karena gw masih hidup Nomaden alias suka pindah-pindah, kebayang repotnya pas pindahan. Whuaaaaa…

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: