Sesuatu Yang Tertunda

February 29th, 2008

LovE PhobiA

Posted by julia-imoet in Film

Love_phobia_1

Film Korea ini, sekarang lagi diputer di Blitzmegaplex. FYI, gw udah nonton film ini lama banget di DVD (bajakan,hehe..). Heran juga baru masuk Blitz. Ceritanya tentang Percintaan (Ya’eyaaaa laah..dari judulnya aja udah ketauan! Keqeqeq…).

Waktu kecil, Jo-Kang (Hye-Jeong Kang) punya temen TK namanya Ari (Seung-woo Cho). Ari ini, cinta pertama si Jo-kang. Pandangan pertamanya pas dia mau ke sekolah naik sepeda sama bapaknya (Bike2work,kaleeee….),dia ngadep ke belakang. Trus dia ngeliat Ari yang lucu dan mungil ber-jas hujan kuning,meski tu hari ga ujan!  Jo-Kang kecil bertanya pada bapaknya “Ayah,Cinta Sejati itu apa?” (Wah,kecil2 udah mature…). Dijawab Ayahnya “Ketika kau mencintai seseorang seumur hidupmu.” Whuaaa..daleem…daleeem….!!!

Si Ari ini punya kelakuan aneh, suka pake jas ujan padahal ga lagi ujan. Dia bilang sama temen-temennya kalo dia itu bukan manusia bumi,tapi dateng dari sebuah planet epsilon di luar bumi. Dia punya kutukan juga: Siapa saja yang memegang dia bakal kena musibah. Anehnya, omongannya itu banyak benernya. Ada yang jatuh dari sepeda, ada yang sakit, bahkan ada nenek2 yang sampe mati karena jatuh. Akhirnya, ga ada yg mau temenan sama si Ari. Sejak kecil,dia dirawat sama Biksu. Ibu-Bapaknya sudah lama meninggal karena kecelakaan.

Cuma Jo-Kang yang setia berteman dengan Ari, meski dia juga pernah jatuh sakit karena megang Ari. Padahaal..itu sih kebetulan aja, karena waktu itu mereka kena ujan gara-gara nyari kadalnya si Ari yang lepas. Btw, lucu banget nama kadalnya: Tirukaka Kurukuru Kantapia Saurus :D sampe akhirnya si Ari merasa bersalah dang a mau nemuin Jo-Kang. Waktu itu padahal Jo-Kang mau pindah ke kota. Tapinya mereka pernah janji, kalau bakalan ketemuan lagi setelah 10 tahun.

Menepati janjinya, Jo-Kang kembali menemui Ari di desa tempat asal kelahirannya. Meski sempet ada misunderstanding dengan tempat point pertemuan, finally mereka bertemu kembali setelah lama dipisahkan jarak dan waktu. Mereka menikmati hari-hari indah bersama di kuil, dan anehnya…setelah itu Ari kembali MENGHILANG tanpa jejak. Jo-Kang merasa kehilangan.

Meski Ari “hilang”, Jo-Kang masih tetap berharap dia akan kembali. Temannya aja sampai bingung, kok segitu setianyaaa… sampai pada suatu ketika, Ari menemui Jo-Kang di tempat bekerjanya. Sayangnya, pertemuan ini pun hanya sebentar. Ga’ lama Ari berniat meninggalkan Jo-Kang karena “katanya” akan meninggalkan Korea. Dan ternyata Ari BOHONG! Suatu ketika, Jo-Kang melihat Ari di sebuah rumah sakit.

Hmmmh…sebetulnya apa sih yang disembunyiin sama si Ari sampe-sampe dia harus bohong dan apa rahasia dibalik hobby dia suka “menghilang” itu. Film ini bagus banget, seperti layaknya film drama romantic tragic Korea : selalu “berdarah-darah” lah! Cediiiih…Hiks..Hiks…..   

February 29th, 2008

BeInG 20SomeThinG is HarD!

Posted by julia-imoet in Books

Being20

Maybe I’ll just fall in luv, that could solve it all, philosophers say that’s enough, there surely must be more! Love ain’t the answer nor is work, the truth alludes me so much it hurts. But I’m still having fun and I guess that’s the Key, I’m a twenty something. Let me lie in, Leave me alone, I’m a twenty something!

Tau lagu Jazzy-nya “mas” Jammie Cullum yang judulnya Twenty Something itu kan? Sepertinya, Novel karangan Dewi Pravitasari terbitan Diwan Publishing ini juga terinspirasi dari lagu itu.

Meski gw udah melewati masa-masa “20something” itu, buku ini tetep nendang. Wajib dibaca, terutama buat yang mapan tapi masih single ;-) Juga buat mereka-mereka yang masih mencari jati diri di Quarter Life Crisis -krisis yang menimpa orang dari yang berada di usia 20-an,akibat tekanan lingkungan dan ekspektasi yang berlebihan di usia muda- dengan bertambah usia seseorang, ada berbagai krisis muncul. Menjelang usia dewasa, mereka semakin banyak berfikir tentang eksistensi hidupnya. Dan sayangnya, tidak semua harapan bisa sesuai dengan kenyataan…

Ceritanya tentang Sara (29th) yang meski sudah jadi psikolog kondang tapi masih betah melajang. Trauma? Mungkin. Ini berhubungan dengan kisah cintanya di masa lalu. Selepas SMA dia melanjutkan sekolahnya nya di Prancis. Menjalani kisah cinta dengan 2 cowok kakak beradik : Radit dan Zani, meski mereka hanya saudara tiri. Radit adalah cinta pertama Sara, tapi jalan hidup menentukan lain. Sara ternyata menjalani kisah cintanya di Paris bersama Zani, bahkan sampai hidup bersama. Ketika Sara menuntut Zani menikahinya, Zani malah berubah menjadi sosok Naif dan tega melakukan PERSELINGKUHAN di depan Sara. After that, Sara memutuskan melanjutkan hidup di Indonesia, dengan memulai kembali dari titik NOL.

Lama tidak bertemu, ternyata takdir harus mempertemukan Sarah dengan Radit dan Zani kembali. Akankah Sara memilih Zani? Ataukah Radit si cinta pertamanya? Atau tidak keduanya? Hehe..penasaran?. Baca aja deh bukunyaa….

Yang pasti, gw sih banyak banget memetik hikmah dari kejadian-kejadian yang menimpa Sara. Salah satunya, ketika Sara berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya tentang konsep dari sebuah kata “pernikahan”. *Worried* Hmmh….pemikiran si Celine, gw banget tuh! At least,untuk saat-saat sekarang ini.

February 21st, 2008

Resensi Film Ayat-Ayat Cinta (Part-2)

Posted by julia-imoet in Film

A2c2

Whuaaa…FINALLY,gw nonton juga film Ayat-Ayat Cinta! (A2C). Iseng-iseng, kemarin gw buka web-nya 21cineplex. Ga taunya, ni film udah diputer di Plaza Senayan XXI, THE ONE & ONLY! Itupun dalam sehari cuma diputar sekali, jam 9 malam. Iseng-iseng juga ngajakin ade’ gw sesama pecinta Novel-nya Kang Abik ini, tadinya dia mau nunggu tanggal 28Feb aja (Mulai  diputar di semua bioskop), tapi setelah dapet “embel-embel” bla..bla..bla…akhirnya dia mau ;-) Bukannya apa-apa, Plaza Senayan itu lumayan jauh dari tempat tinggal kita. Untung saja malam itu cuaca cukup bersahabat, setidaknya sampe pulang kerumah. Karena habis itu, hujan gede banget bowwww!

Karena ade’ gw sampe duluan, dia yang beliin tiketnya. Kira-kira jam 7 malem, tiket nyaris SOLD OUT, dan kita harus cukup puas duduk di barisan TERDEPAN. Pegeel deeh ni pala nenggak! :P Tapi gapapa lah,daripada ga kebagian udah jauh-jauh dateng. Cukup diluar dugaan sebetulnya. Memang film ini sudah lama ditunggu-tunggu sama pecinta Novel A2C, tapi ga nyangka kalo ternyata banyak juga yang bela-belain (seperti gw) nonton yang jam 9 malem gitu. Dan gw juga yakin, yang dateng semalam itu ga semua yang hobby nonton di bioskop.

Pokoknya “pemandangan” lumayan cukup beda dari aura yang biasa gw liat kalo lagi nonton di bioskop. Perempuan yang datang banyak berjilbab (bahkan ada yang pakai cadar seperti Aisha), Cowo’ yang datang juga seperti “mas-mas Ikhwan” yang biasa gw ditemuin di kampus dulu ;-) Malah gw salut, di sebelah gw ada mas-mas/bapak-bapak pengguna kursi roda yang bela-belain nonton walaupun dia kelihatan cukup kesusahan ketika didudukkan di kursi bioskop. Salut deh…buat semangantnya! Sebegitu dahsyatkah Novel Kang Abik di mata mereka?!

Nah kalo gw sendiri ditanya kenapa semenggebu ini mau nonton buru-buru? Hmmh…yah,terus terang gw penasaran seperti apa cerita Novel ini kalo difilm-kan. Karena pas baca-baca di web-nya mas Hanung (Www.Hanungbramantyo.multiply.com) sudah dibilang kalau film ini ga bakal semirip Novel-nya, makanya gw malah penasaran “SEBEDA” apa sih sama Novelnya? Trus kedua, Ehm…ya karena Fedy NuriL! Hehe…Kebetulan gw adalah pecinta film-film-nya dia. Cool banget ni Cowok!

Terus terang, karena Novel-nya sudah lamaaaa..banget bacanya, jadi beberapa banyak yang udah missing! Ade’ gw aja sampe bete gitu karena nanya-nanya mulu pas di awal-awal “Eh, ini kalo di Novel emang kayak gini yah?” Keqeqeq…Tapi pas udah maju..maju..maju lebih jauh, udah ga ribut lagi kok. Selain sudah mulai ingat lagi alur ceritanya, selain itu juga udah sibuk mewek. Hihi…

Secara keseluruhan film ini bagus lah! Acungan jempol buat mas Hanung dkk, atas usahanya menjadikan film ini ADA . Apalagi setelah baca behind d scene-nya di web mas Hanung yang ternyata Masya Alloh banyak sekali rintangannya. KAlau mau berbuat baik itu emang katanya banyak halangannya yah…

Film yang tadinya direncanakan dibuat di Mesir pada akhirnya (karena keterbatasan budget) pindah lokasi ke India. Beberapa juga diambil lokasi di daerah kota dan kota Tua Semarang termasuk Lawang Sewunya (Wow! Horror…). Dan gw merasa ada yang missing disini…eksotisme pemandangan di Mesir jadi ga’ ter-blow up. Karena belum pernah ke Mesir (And I Dreaming..I Hope..I Wish…I’LL BE THERE! Aamiin) pas dulu baca Novelnya, gw cuma mebyangkan saja. Dan perihnya nih..besoknya gw liat film JUMPER yang kebanyakan mengambil lokasi di Mesir juga. Lengkap dengan Pyramid, padang pasir, Spinx. Huhuu…..memang deh,siapa yang berduit  itu yang berkuasa. Dan yang bikin greget, ini kan lumayan film bertema dakwah juga…kalo patungan semua orang2 berduit yg concern sama masalah agama, apa ga bisa juga yaaah…Whuaaaa sayang..sayang..seribu kata sayang deh!

   

Film bertemakan religius (Islami) di Indonesia bisa dihitung jari. Yang pernah fenomenal itu (Di jaman gw tentunya! Soalnya gw ga’ ngalamin pas jaman booming-nya film2 Bang Haji Rhoma di bioskop,kecuali liat di Tipi) seingat gw yaa: Fatahillah dan Kiamat Sudah Dekat. Sekarang mah bioskop banyak didominasi sama film HOROR dan CINTA-CINTAAN. Plis deeh….hanya sedikit pula yang bermutu. Gw salut sama mas Hanung, yang tetap berniat teguh merampungkannya karena ingat pesan ibunya: Jika kamu suatu saat nanti sudah bisa main film, buatlah film tentang agamamu, yaitu ISLAM. Subhanallah….Semoga film ini sukses, dan terutama sih pesan dakwahnya sampai.

Prihatin banget, ternyata BAJAKANNYA sudah beredar juga (katanya). Meski (katanya juga) tak sesempurna aslinya kalo liat di bioskop, banyak bagian yang belum diisi. Diantaranya lantunan ayat-ayat suci yang diisi Uje. Duh, emang part itu juga salah satunya yang bikin merinding, dan terharu, dan bergetar hati ketika mendengarnya…

Pulangnya….dasar emang kaga’ gaol, jarang main ke PS. Pake acara nyasar di parkiran pula! Heuheu… Film baru selesai jam 11 malam lewat, durasinya panjang juga ternyata boww! Jalan keluar lewat mall sudah ditutup, dan satu-satunya jalan ya lewat parkiran. Biasanya gw pake lift, tapi karena penuh, inisiatif sama Ade’ gw akhirnya pakai tangga aja. Dan salah turun sampe basement, walhasil…keliling-keliling nyari jalan keluar kagak nemu! Gokiilll….harusnya naik satu lantai lagi.LOST IN PS! Ga lucu banget :P Untung saja mudah dapet Taxi (PS gitu…), dan pulang kerumah dengan selamat menjelang midnight. Daan….harus rela melewatkan Arsenal vs Milan ! Huuhuuu….Gapapa lah, demi FAHRI ;))    

February 21st, 2008

Resensi Film Ayat-Ayat Cinta (Part-1)

Posted by julia-imoet in Film

A2c1 Oh ya, buat yang belum baca Novelnya. Secara garis besar ceritanya seperti ini:

Adalah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al-Azhar bernama FAHRI (diperankan Fedy Nuril), kuliah sudah selesai dan tinggal menyelesaikan tesis-nya. Tinggal di sebuah Flat  sederhana bersama beberapa temannya dari Indonesia.

Fahri ini ceritanya pria idaman setiap wanita deh, udah cakep, baik budinya, pintar agamanya, aktifis juga. Banyak perempuan yang tertawan hatinya, diantaranya: NURUL, teman satu kuliahan asal Indonesia yang anak seorang ulama yang punya pesantren juga. Diperankan oleh Melani Putria. NOURMA, tetangga flat-nya orang Mesir yang punya bapak tiri jahat, diperankan Zaskia Adya Mecca. MARIA, tetangga satu  flat juga, penganut Kristen Koptik dan diperankan Carissa Putri. AISHA, muslimah bercadar asal Jerman yang akhirnya menikahi Fahri, diperankan oleh Rianti Catwright.

Ketika akhirnya Fahri memilih menikahi Aisha, semua perempuan pengagumnya menjadi patah hati. Nurul menangis hebat di hari pernikahan Fahri dan menjadi pemurung, Maria terkena depresi berat, dan yang paling parah Nourma! Dia memfitnah Fahri hingga menyebabkan Fahri dipenjara dan terncam hukuman berat. Tapi akhirnya, perempuan2 patah hati ini membuka jalan dan bahu-membahu untuk membebaskan Fahri.

Fahri sangat baik, dan tau betul bagaimana memuliakan perempuan. Tidak pernah bersentuhan, dan ketika khilaf dia memandang atau memikirkan sesuatu langsung beristighfar ;-) *Duh..hari giniii…susah nemuinnya, Mauuuu…! Hehe….* Ada satu kata yang nempel banget di  gw, percakapan Fahri sama Maria di tepi singai Nil: Cinta itu bukan jatuh dari langit Maria, tapi datangnya dari hati. Lebih dekat” Whuaaa…romantis deh!

Oh ya, bicara tentang Aisha. Dia bertemu dengan Fahri di sebuah trem, dimana dia dipersalahkan karena memberi duduk pada seorang turis Amerika, kemudian dibantu oleh Fahri. Proses pernikahannya juga terbilang cepat, karena yang dipakai sistem ta’aruf tanpa pacaran. Ketika pertama kali dipertemukan (sengan perantara guru ngajinya), Fahri langsung menerimanya.

Aisha ini selain cantik juga punya warisan yang berlimpah dari  orangtuanya. Tinggal di flat mewah dengan kebutuhan serba berkecukupan (lebih malah!). Meski begitu, Fahri justru malah canggung, karena dia kepala keluarga seharusnya yang menjadi Imam. Bukan hanya bergantung di “ketiak” wanita, yang hanya menerima dan menerima. Meski dia berpenghasilan sebagai penerjemah lepas, tapi penghasilan jauuuuh dibawah harta yang dipunya Aisha. Oh ya, ada kejadian lucu di bioskop. Ketika itu ada adegan Aisyah bilang ke Fahri “Kamu jangan begitu Fahri, kita sudah suami-istri, uangku kan uang kamu juga.” Tiba-tiba, dibelakang ada perempuan nyeletuk kenceng “Bohoooong…”. Geeeerrrrrr…..langsung satu bioskop pada ketawa. Hehe…itulah mungkin pada kenyataanya, belum semua pasangan menikah bisa menerapkan hal seperti itu. ;-)

Adegan berubah menjadi sedih dimulai ketika Fahri difitnah telah memeperkosa Nourma dan membuatnya hamil, padahal waktu itu justru Fahri dan Maria membantunya dari kekerasan Ayah tirinya. Malam itu, mereka menitipkan  Nourma di rumah Nurul, dan pada akhirnya membantu Nourma mencarikan orangtua kandungnya. Begitulah..air susu dibalas air tuba. Sayangnya,Maria tak bisa bersaksi karena dia mengalami kecelekaan dan setelah itu depresi berat karena terus menerus memikirkan Fahri hingga hilang kesadarannya. Aishah mencoba membantu kesembuhan Maria, sekalipun dia harus merelakan suaminya untuk menikah lagi dengan Maria (Maria diceritakan berpindah keyakinan,dan menjadi seorang muslimah). Sungguh..pengorbanan yang menurut gw begitu dahsyat untuk merelakan suami ber-Poligami! Dalam ajaran Islam, Alloh telah menjanjikan surga untuk imbalannya (Syarat dan ketentuan berlaku!) Duh..rasanya pasti kaya’ nano-nano. Baru merasa diduain aja rasanya sakit banget, ini gimana rasanya mesti berbagi suami ! Periiiiiiiiiiiih….

Terakhirnya, sudah bisa ditebak. Seperti Novelnya, pada akhirnya Fahri dibebaskan karena terbukti Nourma hanya memfitnah-nya. Karena sebetulnya ayah tirinya si Bahadur-lah pelakunya! Endingnya….Ehm, mas Hanung membuatnya sedikit berbeda ;-) Meski Maria pada akhirnya meninggal juga,tapi ada sedikit modifikasi dikit lahh… Gw gak bakal cerita, karena takut ditimpukin sama orang-orang yang belum pada liat. Ntar ga seru lagi dooooong! Hehe…Lihat aja nanti sendiri yeee. Tanggal 28, hanya di bioskop kesayangan Anda! ;))

February 17th, 2008

LOVE: Sebuah Resensi

Posted by julia-imoet in Film

  Poster_love

Sudah nonton Film Love? Film bertabur bintang ini, high recommended buat ditonton. Bukan karena didukung oleh banyak bintang, tapi film ini menawarkan sesuatu yang berbeda yang bukan melulu antara CINTA romantis antara laki-laki dan perempuan. Kalau boleh gw berfilsafat: CINTA itu ibarat BULAN. Loh, kok bulan? YUP, seperti bulan, CINTA itu dipandang dari kejauhan indaaaaah banget, tapi kalo dideketin? hmmmh..ternyata ga’ seindah yang dibayangkan tuh! Begitupun cerita dalam film ini, yang diceritakan tak semuanya tentang CINTA yang indah-indah.

Bertema multiplot (Ada yang bilang sih film ini mirip “Love Actually”, tapi karena gw belum nonton tu film, jadi ga bisa ngunjukin apa yang sama), film ini terdiri dari 3 bagian. Pengenalan tokoh, konflik, ending. Untuk ending, film ini menawarkan 2 cerita: Happy dan juga sad ending. Seperti yang gw bilang diatas tadi, tidak semua CINTA itu menawarkan yang indah-indah. Dan, inilah kelima bagian cerita CINTA itu:

© 

Restu (Irwansyah) dan Dinda (Cintya Bella), menawarkan sebuah kisah percintaan ala remaja. Restu yang tiap hari pergi kuliah menggunakan busway, bertemu dengan Dinda. Segala cara dia lakukan untuk berkenalan dengan Dinda, meski cara itu konyol sekalipun. Sampai pada akhirnya mereka pun kenal satu sama lain, dan Restu menyatakan CINTA-nya kepada Dinda. Tapi ternyata CINTA tak semudah itu, ada satu hal yang membuat Dinda ragu menerima cinta Restu. Dinda ternyata pengidap kanker payudara stadium tinggi, yang sedang menjalani tahap kemoterapi. Yang heboh, adalah adegan ketika Dinda berterus terang mengatakan penyakitnya ini kepada Restu. Irwansyah “dipaksa” untuk meraba (maap) “dadanya” Bella bowww! :P Suatu adegan yang “berani” menurut gw. Hmmh..speechless deh. Apakah pada akhirnya Restu masih CINTA dengan Dinda?

© 

Awin (Darius Sinatrhya) dan Tere Wijaya (Luna Maya), menawarkan sebuah kisah cinta dewasa. Awin (seorang penjaga toko buku yang hobby menulis), berkenalan dengan Tere (Seorang penulis buku best seller). Awin yang memandang hidup secara skeptis, karena tidak mempunyai banyak perhatian dari orang sekitarnya, berkenalan dan dicintai oleh Tere. Merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibanding Tere, Awin memilih mundur teratur, padahal Tere mencintainya dengan tulus dan mau berniat apa saja untuk menyenangkan hati Awin. Pada suatu ketika, Awin dibuat marah atas ulah Tere yang membuka jalan kepada Awin dengan mengenalkannya kepada sebuah penerbit. Dan Tere juga marah karena kalau memang Awin merasa tidak mencintai dia, mengapa Awin mau masuk begitu dalam ke kehidupannya?. Mampukah Awin bangkit dari rasa mindernya? Dan mampukah mereka dipersatukan dalam CINTA? Dibanding plot lainnya, gw paling suka cerita Awin sama Tere ini *Tink* Mungkin karena paling cocok ceritanya dengan “umur-umur” sepantaran gw, juga rada-rada kocak gitu ceritanya. Dan gw sukaaaaa banget dengan acting cool-nya Darius! My maaaaan….mengingatkan gw sama acting-nya Nicholas Saputra. Wajahnya juga kok jadi mirip gitu yah. Hehe…GANTENG banget.

© 

Iin (Acha Septriasa) dan Rama (Fauzi Baadilla), menawarkan sebuah kisah cinta lugu antara Iin gadis pedesaan (Sukabumi) yang datang ke kota Jakarta dengan Rama seorang pemuda yang pernah punya masa lalu dengan kisah cinta yang tragis. Iin datang ke Jakarta karena ingin mencari pacarnya Heri, dan Rama yang pernah pacaran dengan seorang gadis harus rela melepaskannya untuk kemudian dipersunting oleh kakaknya sendiri! Rama yang dingin, bertemu dengan Iin yang bawel. Rama hobby banget ngumpulin kata-kata puitis yang ada di kartu undangan nikah, dan menghafalnya. Ajaib kan! ;-) meskipun itu harus memungut dari jalanan. Iin meminta tolong Rama yang bekerja dipercetakan untuk membuatkan selebaran iklan untuk mencari Heri. Dari kebersamaan ini, apakah CINTA akan tumbuh diantara mereka? Apalagi, Iin memergok Heri pacarnya dari Sukabumi itu telah memiliki pacara baru di Jakarta. Dan apa siih…yang membuat Iin nekat banget mencari Herijauh-jauh ke Jakarta?

© 

Pak Nugroho (Sophan Sophian) dan Widyawati (Lestari), menawarkan sebuah kisah percintaan orang yang sudah lanjut usia. Pak Nugroho, yang berprofesi seorang guru Bahasa Indonesia pengidap Alzheimer (pikun parah) bertemu dengan Lestari penjual soto ayam. Pertemuan yang tidak disengaja, ketika Pak guru ini mencari tukang reparasi jam yang kiosnya kini ditempati Lestari untuk berjualan. Herannya, meski sudah dijelaskan, tiap hari Pak Guru ini datang ke tempat Bu Lestari menanyakan hal yang SAMA! Pada awalnya, Bu Lestari kesel banget. Tapi setelah mendapatkan penjelasan dari Arif (Gading Marten), cucunya Pa’ Guru, Bu Lestari maklum. Pada akhirnya malah jatuh kasihan. Bayangkan saja, tiap hari dia selalu mengulang-ulang aktifitas yang SAMA! Pergi mengajar (meski pada akhirnya dibelokin main catur sama temennya, lupa deh dia mau mengajar. Yaa…repot dong kalo pengidap Alzheimer ini beneran ngajar. Bisa-bisa ngajar yang ituuu…ituuuu… terus tiap hari, muridnya ga pintar-pintar), Mencukur rambut (meski akhirnya tukang cukur harus pura-pura motong, karena ga tega kalo rambut Pa Guru tiap hari dipotongin. Botak doong! Hehe..), sampai makan soto tiap hari di warung Bu Lestari (Kenyang dooong! Hehe..). Yang paling sedih dari cerita ini, dan bikin gw nangis, yaitu waktu Pa Nugroho kumat penyakitnya dan tersesat di tengah jalanan yang ramai lalulintasnya. Lokasi shooting-nya di simpang limaSenen yang emang rame banget kendaraannya! Mampukah Bu Lestari menyembuhkan penyakit Pa Nugroho? Dan maukah dia menikahinya ketika tau Pa Nugroho akan dimasukkan Arief cucunya yang sebentar lagi akan menikah dan tak sanggup mengurusnya lagi?

©

Gilang (Surya Saputra) dan Miranda (Wulan Guritno). Menceritakan sebuah kisah cinta sebuah keluarga dengan seorang anak penderita Autisme. Pasangan ini menikah karena MBA (Married By Accident). Miranda merasa belum siap dengan kehidupan yang berubah drastis, untuk menjadi ibu rumah tangga. Anaknya jauh dari perhatiannya, dan harus disekolahkan di sekolah terapi Autis. Selama ini, anaknya selalu dengan Gilang. Parahnya, Miranda berselingkuh dengan lelaki lain (Fathir Muchtar). Celakanya, ketika mereka hot kissing, justru ke-gap sama Gilang. Gilang jelas marah besar! Apakah mereka bisa kembali bersatu demi anak mereka? Ataukah keluarga mereka tak bisa diselamatkan? Karena ternyata, justru pada saat bersamaan Gilang bertemu kembali dengan soulmate di masa kecilnya, bertemu tak sengaja di sebuah pameran lukisan. Perempuan dari masa kecilnya itu (diperankan oleh Marsha Timothy), dikenali Gilang dari gelang yang dipakainya.

So. Masih ga penasaran juga pengin tau gimana endingnya? Kebangetan deh.. ;-) Apalagi, film ini didukung scoring keren yang dibuat sama Erwin Gutawa plus dengan soundtrack yang keren-keren, yaitu: lagu Sempurna (yang dinyanyikan kembali oleh Gita Gutawa), Anugerah Terinda Yang Pernah Kumiliki (Sheila on 7), Oo..Oo..Ooo..(Gigi), and of course lagu paling menghanyutkan yang bikin gw nangis-nangis pas nonton ni film “Kasih Tak Sampai” by PadI! Soundtrack ini pas banget nempatinnya soalnya. Lagu ini diputer ketika semua pemerannya dilanda konflik-konflik, dimana cinta mereka terancam KANDAS. Huhuuu..daleeeeem! Mana hampir full satu lagu gitu diputernya. Puas..Puas..Puassss…! Kalo ada yang ngajakin nonton lagi, apalagi gretongan, maubanget deh! Keqeqe….

 

February 13th, 2008

ISLAM: NO VALENTINE

Posted by julia-imoet in Religion

zwani.com myspace graphic comments
Myspace Comment Codes

For Muslim Only:

SEJARAH VALENTINE’s DAY (BERBAGAI VERSI)

+Valentine Day (VD) adalah sebuah tanggal untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santa Valentine yang tewas sebagai martir. Ia dihukum mati dengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya 14 Februari 270M oleh Kaisar Romawi Cladius II. Konon serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II untuk kepentingan perang dan wajib militer. Sebagai reaksi moral, Santo Valentinus secara diam-diam dan rahasia membantu menikahkan mereka sebagai manifestasi dari misi ajarannya yang menyerukan kasih sayang. Karna dianggap membangkang titah Kaisar, Valentinus dijatuhi hukuman mati. Sebelum mati, dia sempat menuliskan catatan singkat tentang cinta dan kasih sayang dengan sampul berlabel “dari Valentinus” yang diberikan kepada sipir penjaranya. Oleh karena itu, pada zaman tersebut para pasangan yang tengah menjalin cinta biasanya saling bertukar catatan dan memanggil pasangannya “Valentine.”

+VD adalah sebuah tanggal untuk menghormati Dewi Juno, Dewi Perempuan dan Perkawinan. Kemudian diikuti hari sesudahnya, 15 Februari, sebagai perayaan Lupercalia, sebuah upacara penyucian diri serta permohonan perlindungan kepada Dewa Lupercalia (Dewa Kesuburan) dari gangguan serigala dan gangguan lainnya.

+Ken Sweiger dalam artikelnya berjudul “Should Biblical Chhristians Observe it? Memaparkan, kata VD berasal dari kata latin yang artinya “Yang Maha Perkasa, Yang Mahakuat, dan Yang Mahakuasa”, ditujukan kepada Tuhan orang Romawi, yaitu Nimrod dan Lupercus.

+Menurut Ensiklopedi Katolik, istilah “Valentine” yang disadur dari nama “Valentinus” paling tidak merujuk pada tiga santo (orang suci) yang berbeda, yaitu seorang pastur di Roma, seorang uskup Interrama, dan seorang santo di Provinsi Romawi Afrika. Disebutkan bahwa keterkaitan antara ketiga santo diatas terhadap perayaan hari kasih sayang tidak memiliki catatan sejarah yang jelas. Paus Gelasius II pada tahun 496M bahkan menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada hal yang diketahui dari ketiga santo ini, sebaliknya 14 Februari, dirayakan sbagai upaya mengungguli hariraya Lupercalica yang dirayakan 15 februari (Catholic Encyclopedia 1908)

+Beberapa sumber menyebutkan, pertama kali dikaitkannya hari besar santo dengan kasih sayang dimulai sejak abad ke-14 di Ingrris dan Prancis, yang diyakini bahwa 14 Februari merupakan hari ketika burung mencari pasangan hidupnya. Keyakinan ini sempat direkam dalam sebuah karya sastrawan inggris abad XIV, Geofrey Chaucer.

Mungkin, karena latar belakang kesejarahan yang sarat dengan nuansa kekufuran dan  kemusyrikan, ditambah dengan kenyataan terjadinya penyelewengan moral dan praktek kemaksiatan secara terbuka, yang seringkali menyertai pesta-pesta VD, banyak ulama akhirnya mengeluarkan fatwa haram terhadap segala bentuk tindakan yang mengarah pada peringatan VD. Fatwa Haram secara resmi dikeluarkan majelis fatwa sejumlah Negara seperti MUI Indonesia, Hai’ah Kibar al ‘Ulama di Arab Saudi, Lajnah Fatwa di Malaysia, dll.

Akhirul kalam, sabda Nabi Muhammad.SAW  :

“(Suatu saat nanti) kamu pasti akan meniru-niru tradisi orang-orang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sedepa demi sedepa, hingga seandainya mereka memasuki liang biawak pun kamu pasti ikut-ikutan memasukinya.”

(Dari: Majalah Noor No.02/ Th.VI/ Februari 2008)

February 11th, 2008

Aku & Andrea Hirata

Posted by julia-imoet in Books

Bang_ikal

ANDREA HIRATA. Nama itu sudah lama diperbincangkan oleh orang-orang disekitarku yang hobby baca. Tadinya sih cuek aja, apa sih istimewanya? Peduli Amat..! Trus pernah baca artikel di Republika, tentang profil orang berpengaruh. Salah satunya ya Andrea Hirata ini. Duh..makin tambah penasaran aja deh. Siapa sih ni orang, magnet-nya sampe segitunya! Akhirnya, waktu pameran buku beberapa bulan lalu, buku ini lagi SALE Wah..mumpung diskon nih, boleh juga. Finally, beli langsung 3 jilid (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor). Itupun ga’ langsung dibaca. Seperti biasa, tumpuk duluuu! ;-) kalo sempat,baru dibaca. Kebetulan, waktu itu “Ketika Cinta Bertasbih” masih belum khatam dibaca.

Tamat baca bukunya Habiburahman El-Shirazy itu, baru deh pegang Laskar Pelangi. Itupun bacanya lamaaa..banget! Satu bulan ada, baru setengah buku juga ga habis. Maklum aja, bacanya kalo “warming up” sebelum tidur. Saking bosennya, baru beberapa halaman udah ngantuk. Sempet berenti lama juga tuh ga dibaca. Beberapa kali berbincang dengan teman yang sudah tamat ketiga jilid buku itu, mereka pada heboh biar aku segera menamatkan buku ini. Duh..tambah penasaran aja.

Finally,kebetulan lagi banyak waktu luang, akhirnya lanjut lagi bacanya. Ternyata…ADDICTED! Dalam jangka waktu singkat, semua buku dari Jilid 1-3 telah habis dilalap! Horeee..The End…The End! ;-) Hanya satu kata yang bisa terucap: AMAZING! Keren banget, ya ceritanya ya kata-katanya. Gw bener-bener kagum sama “Bang Ikal” ini, semangatnya itu patut diteladani sama siapapun yang mau maju. From Nothing, to be Something. Dari yang hanya bersekolah di sebuah gedung reyot di SD Muhammadiyah Belitong sana, hingga akhirnya bisa menjelajah Eropa-Afrika, dan bisa sukses seperti sekarang penuh dengan pengorbanan bahkan beberapa kali nyawanya hampir terenggut! Bang Ikal mengajarkan kepada kita kalau tidak sepatutnya kita takut untuk bermimpi. “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita”. Semua orang dapat menjadi apa saja yang diinginkannya, yang penting positive thinking dan positive action. Tetap berusaha, coba dan coba lagi. OPTIMIS.

Bukan hanya itu saja. Membaca bukunya, aku seperti terlempar kedalam kehidupan masa lalu, yang ternyata aku dan Bang Ikal punya beberapa kesamaan. Meski serupa tapi tak sama. Ada satu Bab di buku Jilid 2 – Sang Pemimpi, dimana aku bisa menangis tersedu-sedu ketika membacanya. Bab itu tentang “Baju Safari Ayahku”. (Bapak sudah meninggal ketika aku duduk di bangku kuliah tingkat kedua. Berbeda dengan Ayahnya Bang Ikal yang pendiam, Bapakku cenderung keras dan disiplin. Dulu sempat sebel juga, tapi sekarang aku bisa memetik hikmah dari itu semua. Satu level lebih beruntung dibanding Ayahnya Bang Ikal, Bapakku Alhamdulillah punya pekerjaan tetap sebagai PNS daerah. Hanya sebagai pegawai biasa, dengan gaji seadanya, dan harus mencukupi bagi ke-7 anaknya! Kalau keluarga Bang Ikal didominasi laki-laki, keluargaku didominasi perempuan. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya, setidaknya kesemuanya HARUS tamat SMA, Mamah juga harus banting tulang berdagang waktu itu. Alhamdulillah, Tuhan begitu baik dengan keluarga kami. Anak-anaknya dikaruniai otak yang lumayan cerdas, hingga kami tak begitu merepotkan dalam hal prestasi dibidang pendidikan. Ketika Bapak sudah pensiun, sampai akhirnya meninggal di usianya yang memang sudah tua, kami bahu membahu menolong adik-adik. Terutama yang paling tangguh dari keluargaku adalah kakak perempuanku yang pertama! Kakakku, Selepas SMA, dengan modal nekat menembus sekolah kedinasan tanpa restu Bapak, toh pada akhirnya dia menjadi tulang punggung keluarga kami. Sampai pada akhirnya bisa menembus beasiswa S1 dalam negeri dan S2 di luar negeri. Terinspirasi dengan keberhasilannya, waktu itu aku juga ingin mengikuti jejaknya. Dari kelas 2 SMA, fokus untuk belajar..belajar..dan mengambil kursus Akuntansi selepas sekolah, hanya untuk bisa menembus STAN. Waktu itu sudah keluar ultimatum “Tidak ada kuliah kalau tidak diterima di sekolah gratisan.” Waktu itu aku ga ikut UMPTN sama sekali, langsung saja daftar di STAN. Alhamdulillah diterima.) Yang membuat takjub dari cerita Bang Ikal tentang Ayahnya, yaitu ketika diterima menjadi kuli tetap di PN Timah, Ayah Bang Ikal diberi bonus kain putih kasar bergaris hitam yang akhirnya dijadikan lima> potong celana dan baju safari untuknya dan anak-anaknya. Hampir serupa dengan Bang Ikal, Bapakku juga sering dapat pembagian kain untuk baju seragam kantornya. Karena ada bahan lebih, bahan untuk baju Korpri pun waktu itu dijadikan baju juga buat anak-anaknya. Bayangkan! Kami anak-anak kecil berseragam Korpri ;-) Tapi ga’ sampai dipake buat baju lebaran keliling kampung seperti Bang Ikal sih, hehe…. Cukup untuk baju sehari-hari dirumah saja.

Ada satu lagi cerita Bang Ikal yang hampir sama dengan kehidupanku, yaitu mengenai masa kecilnya. Meski kami bukan tinggal di desa, tapi di sebuah kompleks perumahan, tapi kenakalan kami mirip banget sama Bang Ikal and the gank. Dalam satu kompleks itu kebetulan banyak banget anak-anak sepantaran, dan kami pun sering bermain bersama. 10 orang ada, bahkan lebih! Kalau main, kita sampai jauh-jauh ke pelosok dan pada akhirnya ketika pulang sering dimarahin. Nakalnya juga sebelas-dua belas lah! ;-) Entah kenapa, kita suka banget main di mushola. Bukan didalam, tapi di terasnya. Kalau Bang Ikal punya Taikong Hamim, kami punya Pak Kamil (Alm). Orangnya sudah tua, dan kita waktu itu sebel banget kalau lagi main-main di mesjid trus disuruh bubar karena berisik dan Nakal. Kejadian mempermainkan kata “Aamiin…” selepas baca Al Fatihah juga pernah dilakukan, panjaaang..dan lamaaaa! Malah parahnya, suatu ketika ada tukang Ganasturi (Jajanan dengan bahan dasar dari kacang ijo) lewat pas sholat Jamaah depan mesjid. Selepas kita membaca Aamin, terdengar tukang Ganasturi keliling itu menawarkan dagangannya “Ganastuuuuuriii….”. Di lain waktu, ada salah satu teman yang nakal membuat onar. Setelah Imam membacakan Alfatihah tiba-tiba saja temanku ini berteriak “Aaaaaaaaaaaaamiiiiin…Ganastuuuuriii….”. Waktu itu kami teman-temannya hanya cekikikan saja mendengar ulah teman yang nakal ini. Tuhan Tahu, Tapi Tuhan Menunggu.  Tapi semoga saja balasannya tidak separah ceritanya Arai *Astagfirullaahaladziim…*

Ada

lagi yang menarik. Tentang konsep Mozaik yang dibilang Bang Ikal. Tentang jalan rahasia yang tersembunyi diantara lipatan sekat-sekat dimensi ruang waktu. Jalan rahasia yang menghubungkan apa yang dialami kita saat ini dengan peristiwa di masa lalu. Bahwa sekecil apapun suatu hal terjadi, itu memang karena ada alasannya. Pesan-pesan suci Alquran dan Hipotesa Harun Yahya mengatakan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan (Hmmh…Rencana Besar-PadI, nih…). Dan aku telah merasa mengalami itu sejak lama, pengalaman itu adalah : Di setiap aku nyasar ke suatu tempat, atau tiba-tiba saja ingin mengunjungi suatu tempat tanpa tahu alasannya apa, tiba-tiba saja tempat itu pada suatu ketika akan aku kunjungi kembali! Dua hal yang keinget banget, waktu itu aku ada perlu ke kantor kakakku, dan nyasar ke sebuah tempat yang sama sekali asing. Beberapa tahun kemudian, ternyata tempat itu menjadi tempat dimana aku bekerja sekarang. Trus satu lagi. Ketika Tour of Java kemarin, entah kenapa temanku berinisiatif untuk pulang lewat Semarang. Padahal kita waktu itu beneran bingung mau ngapain disana? Tempat wisata juga ga banyak. Tidak begitu lama, ada kabar kalau keluarga besar dari Mamah mau mengadakan reuni keluarga besar di Semarang ini. Hehe..aneh bukan? Yaah..itulah salah dua contohnya. Pastinya, setiap habis menemui tempat asing/nyasar, selalu terbersit dalam pikiranku “Duh..ada apa dengan tempat ini yah? Suatu ketika aku kembali untuk apa? Hmmh..speechless deh… Ya..Ya..Ya..Tuhan Tahu, Tapi Tuhan Menunggu.

Satu lagi pelajaran lain yang bisa diambil dari quotes-nya Bang Ikal :

Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih NIHIL, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yaitu KENYATAAN. Kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apapun keadaannya.

Finally, baca bukunya Bang Ikal ini banyak banget pelajaran yang bisa dipetik. Ga hanya sebatas cerita yang lewat begitu saja, tapi begitu dalem membekas di hati. Obsesiku sekarang tambah satu lagi: Pengen ketemuuuu sama Bang Ikaaaaaal…. ;-) Ur My Inspiration.. Katanya buku ini mau dijadikan film. Sempat bilang sama teman-temanku sesame “Andreanis”, “Wah..cocoknya yang jadi Andrea Hirata tuh Kangmas Noe - Letto. Ikalnya kan udah sama tuh, tapi kalo ngomong Jawa-nya medok banget. Ga pantes karena ceritanya Bang Ikal ini kan orang Belitong. Hihi…” Trus ada lagi yang comment “Kalo Miles yang bikin, bisa jadi Nicholas Saputra tuh yang jadi Bang Ikal.” Hmmmh..tapi ga pantes juga sih menurutku, terlalu modern. Hehe…Ada yang parah lagi bilang gini “Eh,itu aja tuh yang jadi si Boim (Alias Ucup Bajuri). rambutnya ikal juga.” Whuehehe…tambah Ngaco deh. The End aja yaaah… ;-)

P.S

Wahai Angin..Tolong sampaikan salam manisku untuk Bang Ikal ;-)

February 4th, 2008

Padi @ By Request SCTV

Posted by julia-imoet in Music

Fadly_n_lobow

PadI main di By Request! Meski “Trauma” sedikit menghantui, tapi karena mau meliput juga, yaah..akhirnya datang juga. Kebetulan ada teman Sobatpadi yang lama ga ktemu, pengen refreshing juga liat PadI, jauh-jauh datang dari Bogor coret :P (Maksudnya, “Bogor Pedalaman”. Hehe..). Enaknya ikut mailinglist sobatpadi diantaranya ini, banyak teman beragam. Sobat yang satu ini (Nita) juga dulunya awal kenal ya lewat milis, Sobat Bandung. Pertama ketemu, dikenalin Sobat juga waktu liat PadI di Purwakarta. Dari dia kuliah,sampe sekarang udah jadi dokter Gigi, kita berteman.

Back to Padi By Request.  Sudah lama gw ga ke studio Penta, tempat dimana By request diadakan. Gw kira udah berubah, ternyata lebih parah! :P Dulu satpamnya doang yang galak, ternyata sekarangFloor Director( FD)-nya udah ketularan juga. Makanya dr awal gw udah wanti-wanti sama Sobat-sobat gw, kalo ada “kejadian” disana yang bikin ga enak, jangan sampe sekit hati. Karena ya itu, dulu aja kita sampe diusir-usir pas habis acara. Perlakuan yang ANEH…

Tiba di Penta, seperti biasa, gw Telat :P Ma’aaaaap…Dijalanan, telf dan SMS hayu aja ga’ berenti2. Akhirnya gw minta mereka hubungin mas Kris aja dr Manajemen, daripada kelamaan nunggu gw. Finally sampe juga, nyaris jam 9 malem. Padahal jam kumpul jam 8 :P Itupun untung aja ga pake acara nyasar, soalnya ketemu rombongannya rini.cs yang SobatpadI juga di perempatan slipi pas mau naik M11. Tapi acaranya kan baru jam sepuluh-sebelas gitu, cape doong nunggu. Finally,nongkrong2 aja dulu di Kantin. Bareng beberapa sobat, Crew, dan Manejemen. Obrolan yang sangat seruuuuu, termasuk peristiwa "S’pore I’m Sorry Goodbye". Huhuu….

Jam 10-an kita turun kebawah menuju studio, dan pintu baru dibuka menjelang pukul setengah 11. Masuknya aja susaaaaaaaaaaaah…banget!  Pintu gerbang yang segede gaban itu Cuma dibuka dikiit,yang hanya bisa satu or dua orang masuk. Perempuan akhirnya diduluin (Thank U…). Tapi yang ga’ nyangka pas didalem, kita diatur kayak yang gimanaaa gitu..kesannya kita tuh perusuh! Mungkin karena pengalaman selama ini yang datang ABG susah diatur. Pliiiis deh..Anak Sobatpadi kan baik-baik dan kalem2 :-) Kalo ngomongnya baik-baik ya kita juga enak, ini mah enggak, di bentak-bentak gitu. Kata temen gw: Untung yang dateng banyakan ABG (ga tau tuh anak mana aja..), kalo yang seumuran kita or anak-anak Gigikita kayak dulu di trans yg dateng, udah pada sakit hati kaleee….

Pas acara ga gitu jauh beda. Tu FD rajin banget ngomel (Heran deh…berdasarkan pengalaman berkali-kali liat Live konser di Tv, baru kali ini nemu FD macem gini). Di Tipi lain tuh pendekatannya bersahabat. Baik, lembut, kadang ngocol. Ini mah enggak, jadi anak-anak juga ILLFEEL. Udah gitu, PadI cuman bawain 3 lagu doang: Sang Penghibur, Belum Terlambat, sama JDMI. Yang lain: Vagetoz sama T2 mayan banyak, trus Lobow Cuma 2x. Salah satunya Feat m’Fadly.

Yoyo_by_request

Yang seru, waktu T2 bawain lagu apa tuh yah..Lupa gw! Tali baju belakang si Tika putus sebelah mote2nya. Mana baju depannya model kemben doang, jogetnya kehebohan kali. Hihi….Yang ada,cowok-cowok penonton yang duduk dibelakang pada heboh. Tepok-tepok sambil suit-suit “Dikiit lagi..dikiit..lagi…” Gokiiiiiiil! :D Sementara yang pake baju udah bingung jogetnya serba salah, mau tambah heboh takut kemben melorot kali. Makanya..kalo jadi cewe’, pake baju tuh yang beneeeer….Maunya gaya malah tersiksa.

Oh ya, ada pengalaman seru. Waktu dalam perjalanan menuju Penta. Di jalanan, ada 2x pengamen naik ke bus. Pertama rombongan pengamen cewek ABG. Coba tebak apa lagunya? Lelaki Cadangan-T2. Hehe..Selesai nyanyi, ga lama naik lagi pengamen salah satunya bawain lagu Vagetoz – Betapa Aku Mencintaimu. Whuahaha..pada ngakak kita waktu itu (Kebetulan janjian berangkat bareng: Dede-Yuli-Nita,Gw).  “Pemanasan boow..pemanasan.”. Maklum aja, sesuai info, yang jadi pengisi acara By Request yang kita liat adalah PadI, Lobow, Vagetoz dan T2. Temanya aneh: Hot Band dan Hot Babes. Lobow masuk mana dooong? Lobow itu kan sebenernya penyanyi solo. Cuma kalo maen dia emang diiringi band.

Pas acara, kita boleh motret tanpa blitz dan boleh juga nyalain HP asal kondisi disesuaikan (Silent,red). Walhasil,selama acara gw SMS-an aja. Orang ga’ gitu seru acaranya. PadI-nya cuman dikit. SMS-an sama Mister malah bilang gini “Itu pada nonton konser apa Wayang yah? Kok pada diem aja.Satpamnya galak2 yah? Ga boleh goyang.” Heuheu..Udah gitu, kata Mamanya Bilal sempet salah juga running Text-nya. Masa isi SMS-nya tentang The Rock, ST12,DOT.Cape’ Deeeeh….

Sebetulnya kalo Vagetoz sama Lobow ya gw masih suka. *Pssst…Vagetoz itu gw malah punya Albumnya* :P Menurut gw mereka mayan bagus, dibanding “Band Katro” itu. Palagi mereka band dari sesama tatar Sunda (Sukabumi, yang patut didukung) ;-) Itu aja sukanya kebetulan. Karena pas bulan puasa tuh lagu mereka dibikin soundtrack sinetron FTV Ramadhan. Trus pas gw dnger MP3 bajakannya, kok mayan enak-enak. Makanya gw berani beli albumnya, yang ternyata Sony BMG punya. Pantesaan…

Trus kalo Lobow, masih nunggu album barunya. Waktu duet sama Bapak Bilal keren banget! Lagunya juga bagus, apalagi waktu part Bapak-Bilalnya. Lagunya “Teruslah Bersinar” kalo ga salah. Albumnya sudah gw tunggu-tunggu dari dulu. Habisnya bosen juga, tiap tampil, Lobow nyanyinya lagu Salaaaaaaaaaaaaaah mulu! ;-) Tapi gw suka.

"Apa aku pernah mengeluh, Apa aku pernah berlari, saat kau ada masalah.

Apa aku pernah mendua, Apa aku tak mengimbangimu. Sayang..kau menilaiku salaah..salaah…"

February 4th, 2008

Suatu Hari Di Awal Februari: S’Pore I’m Sorry Goodbye…

Posted by julia-imoet in Weblogs

Di suatu pagi:

Jakarta dari semalam diguyur hujan deras. Pagi-pagi, males banget rasanya mau gawe.  Jam sudah menujukkan hamper pukul 7 pagi telat banget dari jam seharusnya gw jalan!) Tadinya mau naik taksi aja bareng kakak gw yang kebetulan satu arah kantornya di G.Sahari. Ternyata pas dapet mikrolet lewat yang kesana, meski harus ganti 2x. Pas harus ganti angkutan sekali lagi, hujan tambah duereesss!! Akhirnya ada bajaj lewat gw stop, dasar lagi apes, tu bajaj BBG mesinnya kedinganan kali. MOGOK! Padahal 5 menit-an lagi jam masuk kantor tiba. Injurry time!!!! “Bang,5 menit lagi masuk nih,saya pindaha ja yah!” untung Abang-nya ngertiin,pindahlah gw. Dengan berbasah-basah karena hujan yang semakin deras. Fiuuuh..nyaris dah! Untung jam masuk belum TENG

Banjiiiir_1

TApi ini baju basah semua! Untungnya gw punya celana cadangan di kantor. Kebetulan depan kantor langganan banjir,jadi baju ganti ya harus siap sedia. Tapi karena ga bawa baju ganti,akhirnya sepagian itu gw nge-tem di blower toilet (yang harusnya buat pengering tangan) buat ngeringin baju di blower :P daripada masup angin. SELESAI. Trus tiba-tiba dateng temen gw, dengan nasib yang sama: Kebasahan. Yang parah,dia sampe ke “CD”nya. Baru setengah jalan di blower, mesinnya RUSAK. Whuaa..paniklah dia. Apa mau dikata..hehe…Cerita selanjutnya,kita sensor! :D

Aktifitas dipagi hari sebelum kerja adalah cek email dulu. BETE! Harusnya hari ini gw g  baca email dulu.

Ada sesuatu yang bikin feeling blue, yang akhirnya bikin gw males makan sampe siang! Soundtrack gw yang paling pas, mungkin lagu Yovie Nuno “Menjaga Hati” :P Hujan tanpa henti, seolah pertanda…

Di Suatu Siang:

Jakarta Siaga Banjir! Kerja jadi ga konsen. Ketinggian air depan kantor sudah tidak wajar. Jalanan satu arah sudah banjir, yang tersisa jalanan busway. Semakin siang,jalanan banjir dua arah. Mampus deh..gimana mau makan? Gimana ntar pulang? Untungnya OB berbaik hati mau beli makan walaupun harus basah-basahan. Bayar double gapapa,asal makan. Gile aja, dari pagi gw belum sarapan! Kalo siang ini gak makan, badan gw tinggal tulang aja :D

Lagi menanti makan siang, gw yang kebetulan lagi on the phone pake telf kantor , dikagetkan dengan bunyi HP dari nomer tak dikenal. Ga’ gw angkat doong..(kebiasaan gw: jarang megangkat HP jika nomer tak dikenal). Tapi tu telf ga berenti2 miskol-in gw. Finally gw angkat juga, untuk sebuah penghargaan atas usaha kerasnya mencet no gw ;-) Tak disangka, tak dinyana, itu telf dari Om Ndut! Awalnya ga percaya, karena suaranya beda banget kalo di telf. FYI aja, gw tuh menjaga hubungan professional dengan PadI dengan tidak ada satupun yang gw tau No-Hape nya. Jadi kalopun ada perlu, lebih baik gw hubungi manajemen langsung or ditanya pas ktemuan sama mereka. Banyak yang ga percaya tuh gw ga punya no mas-mas ini… :P  

Back to telf itu. Yang buat penasaran, dia Cuma nanya “Jul, kamu punya paspor?”. Karena dijawab ga punya, yasud. Gw nanya juga ga dijawab. Huhu…bikin penasaran! Tapi ga lama dia telf lagi :P Jelasin kalo dia lagi butuh koresponden buat ikut ke Singapore,meliput perjalanan PadI liat the Police. Whuaaaaaaaaaaaaa…SUMPAH! Nyeselnya setengah mati. Kenapa coba gw ga jadi-jadi  ngurus pasport dari dulu dulu?! Kenapa..kenapa..kenapa…*sambil nangis Bombay, tapi dalam hati saja*.

Beberapa teman yang ditawarin juga bernasib sama. Ada yang emang ga punya juga, tapi ada juga yang punya passport, tapi karena ga bisa ijin dadakan (Gila aja coba, acaranya hari senin ini!) jadi ga bisa. Trus ada juga yang ditawarin ga bisa, karena mau tugas juga ke luar negeri. Bukan rejeki kita. Hiks…Singapore, I’m Sorry Good Bye :’(

Akhirnya SMS-an dengan Mister, yang ngojok-ngojokin gw buat bikin Pasport dari sekarang. Entah buat apa..yang penting kan gw prepare. Kali aja ada rejeki nomplok kayak tadi :P IYA..IYA..dari dulu rencana sih udah ada bikin passport, tapi karena belum butuh-butuh banget,ya akhirnya ga jadi-jadi. Udah gitu,dengar kabar kalo bikinnya juga merepotkan. Yasudlah tambah males. Tapi akhirnya ya gini: MENYESAL. Huhuuu…

Di Suatu Sore:

Hujan sudah reda. Tapi banjir depan kantor belum surut. Dari siang, angkutan umum sudah pada tidak beroperasi. Bajaj dan motor yang memaksa menerobos banjir, banyak yang pada mogok. Jam pulang kantor dimajuin dikit, Force Majeur. Tapi karena ga ada ngkutan, dan bajaj/ojek pun disaat-saat seperti ini malah pasang tarif GILA-GILAAN. Mau keluar kantor aja udah dihadang banjir, harus basah-basahan dulu. Mana airnya item gitu, Hiiiy..sebetulnya jijay juga. Tapi ya apa mau dikata. Daripada ga pulang :( Harusnya ada ojek gerobak, tapi ga muncul. Trus ada yang gokil bercandain nawarin “Ojek Gendong” aja Mbak. Heuheu…NAJIS! Bukan muhrim :P Eh, tapi kalo cakep sih…pikir2 lagi kali. Keqeqeq…B’canda deeeh… :D

Finally, gw sama temen-temen gw yang satu jurusan pilih jalan kaki menuju terminal. Sekitar 3 kiloan ada kayaknya. Untungnya ga ujan, jadi jalan juga ga repot. Tapi ya itu dia, yang tersisa Cuma jalur busway. Akhirnya ya semua numpuk disitu. Ya orang jalan kaki, ya mobil, ya motor. TRAFFIC JAM..CROWDED…yang bingung Pa’ Pulisi. Marah-marah dehh… :P Sabar Pa..Sabar..Orang sabar dikasihanti tuhan loh ;-) Kita aja yang jalan kaki enjoy aja. Biarpun, malem-malem baru berasa pegelnya. “MAndi” Conterpaine deh…Whuaaa…semoga Jakarta ga’ banjir lagi.

February 4th, 2008

PadI Shooting Klip JDMI

Posted by julia-imoet in Music

Shooting_klip_jdmi1

Dapet info, Tanggal 29 Januari PadI mau shooting klip Jangan Datang Malam Ini (JDMI) di sebuah bangunan belum jadi di daerah Cikini – Jakarta Pusat. Wah..kebetulan deket kantor nih, boljug “ngontrol” sebentar kesana buat meliput. Dan ternyata shooting-nya juga selepas maghrib, klop lah itu..ga bikin gw madol dari kantor ;-)

After work hours, siap-siap lah gw kesana. Kali ini minta ditemenin sama Jeng Septy, kebetulan kita kantornya sama-sama dekat lokasi tuh tempat shooting. Lagian agak “horror” juga denger tempatnya di bangunan belum jadi, malam-malam pula! :P

Shooting_klip_jdmi3 Bener aja, untuk menuju kesitu ternyata membingungkan. Dikasih patokan, dan alamat, ga jelas ;-) setelah tele sana-sini, Finally jatoh-jatohnya minta tulung ke Mas Road Menejernya (Thank ya Om!). Kali ini infonya akurat :D Sebelah hotel menteng2 Cikini. Habis maghrib-an di mesjid depan TIM, meluncurlah kita ke tempat itu.

Shooting_klip_jdmi4 Booow..ternyata tempatnya emang rada2 “horror” gitu. Namanya juga bangunan blom jadi, malem-malem pula…Disekeliling bangunan juga masih dikelilingi pager2 dari seng gitu, mau masuk dijagain, ga boleh sembarang bisa masuk. Tapi untungnya tempatnya terang benderang gitu…jadi ga terlalu menakutkan ;-) Pas mau masuk, ditanya-tanya sama yang jaga gerbang. Speak up-nya sih kita dari PadI,hehe…untungnya percaya. Tapi itu juga sambil tele2 sama si Om, untuk meyakinkan.

Shooting_klip_jdmi5 Didalam, ternyata shooting blom dimulai. Mas-mas PadI-nya juga belum muncul, kata si Om masih dirias. Maklum dong, mau tampil di klip, biar cakepan dikit ;-) eh,banyak ding! Heuheu…Akhirnya, gw sama Septy ngobrol-ngobrol dulu sama si Om dan Crew. Pas gw nanyain “Om ,ini shooting klip apa? JDMI bukan?”. Si Om malah bingung, “Apa itu JDMI?”. “Hehe..Jangan Datang Malam Ini.”. Anak Sobat Padi tuh demen nyingkat2 judul lagunya PadI. KTS=Kasih Tak Sampai, STS=Semua

Tak Sama, SMS=Seave My Soul, ABMK=Aku Bisa Menjadi Kekasih, dll..dll…Sampe dulu juga. Yang dulu pernah bingung sama singkatan2 ini salah satunya juga adalah Ibu dharmawanita-nya Piyu ;-)  

Shooting_klip_jdmi2 Selain kita, orang-orang dari manjemen PadI, dan crew vidklip dari Cerahati (Dengan Khemod-drummer band Seringai juga- sebagai sutradaranya),juga ada beberapa infotainment (termasuk mas2 FD Gondrong berjenggot “misterius”  ituh? SGD-Hehe…). Ga’ lama, setelah adzan Isya berkumandang, mas-mas PadI pun keluar dari tempat berhias ;-) Whuaaa…ganteng-ganteng! TUMBEN. Hehe…Palagi mas Rindra, gagah banget. Naksir gw samaa…JAKET-nya! :D sampe-sampe gw godain “Mas, mirip temen band-nya yang satu itu tuuh…”. (Band yang suka pake jaket2 jendral,tebak aja. Hehe..). Dia Cuma ketawa.

Mereka menjadi manusia berjaket (kecuali m’Yoyo’, gerah kali..main drum pake jaket! Lagian gw juga ga pernah liat dia berjaket). Semuanya bernuansa Hitam. Cocok dengen settingnya, di bangunan belum jadi, dikeremangan malam, dark banget deh..disesuaikan juga dengan tema lagu soalnya. Mereka dengan ramah menyapa, ini yang gw salut dari mereka. Setelah prepare, mereka pun siap bergaya. Kameraaa…action!!!

Untuk klip-nya kali ini, mereka bergaya laksana main dipanggung seperti biasanya. Disini ceritanya PadI sebagai story teller, untuk ceritanya nanti ada 2 orang model cewek dan satu model cowok yang akan memperagakan. PadI duluan yang di-take, modelnya baru shooting tengah malam. Whuaaa…cape’ deeh! Karena gw ga mungkin nunggu sampe malem, besoknya diceritain kalo skrip-nya nanti bercerita: Ada sepasang kekasih, dimana si co’ mencurigai kalo ce’-nya itu selingkuh. Pas dimata-matain, ternyata bener. Ce’nya punya selingkuhan. Dan yang bikin kaget, “rival”nya itu adalah seorang cewek! Whuaa..ga’ nyangka deh kalo klip ini ceritanya tentang lesbian gini. Speechless…

Shooting_klip_jdmi7 Back to PadI. Ga enaknya  liat shooting adalah: LAMA dan membosankan karena banyak adegan diulang-ulang ;-) kalo dari lagunya sih karena gw suka, ya asik-asik aja mau di take berkali-kali juga. Tapi ya itu, baru juga satu bait : Cuuuuut!!!. Huuuu,,penonton kuciwa :P tapi disela shooting itu, enaknya gw bisa ngulik-ngulik berita. Terutama ngulik berita dan info2 up2date ya dari Om Ndut. Poto2in mereka (sayangnya cahaya tak mendukung, seperti biasa: Nge-Blur deh :( Pas moto Om Ndut itu, sempet salah setting kamera pula. Padahal mas Piyu itu udah mau pose gaya sama gitarnya, gara-gara salah pencahayaan, jadi ANEH gt potonya:P Dia liat hasilnya “Ih,kok kayak anak kecil”. Dan dia tadinya mo liat poto2 lain yg ada dikamera gw, gw larang. Karena apa? Di kamera gw banyak poto2 PadI concert yg blom diapus, dan banyakan ya poto2nya…DIA! Heuheu…kan malu kalo dia tahu :P

Shooting_klip_jdmi6 Yang lucu, diantara mas-mas ini, Jeng Septy paling nge-fans sama Papa Kani. Nah, malam itu Papa Kani lagi baik hati menawarkan harta karun kacamata hitamnya ke kita. “Mau? Ambil aja..orang ini yang murahan kok.” Dengan alasan: MALU, kita sih ga ambil. Tapi kayaknya ada yang menyesal tuuuuh…Heuheu…

Adasatu lagi, kebetulan gw bawain mereka sedikit cemilan. Pas break gitu, gw keluarin. Tadinya Cuma mas Crew dan manajemen yang makan sendiri. Trus m’Fadly liat “Eeeh..apaaan tuh,” sambil dia jalan kearah kita dari tempat dia di-shoot, nyomot satu potong brownies kukus itu. Trus akhirnya,mas Kris berinisiatif buat keliling ngasih ke mas-mas PadI-nya buat nyobain ;-)

Disitu sempat ktemu juga sama Mas Angga, mas ini yang mau buatin klip PadI “Harmony”. Rencana tanggal 6 Feb. Mas Angga ini sempat dikenalin sama mas Ricky, waktu liat Hits di RCTI. Nice guy…dan dia juga ingatannya kuat. Dia masih inget gw ;-) Mas yang satu ini, katanya sutradara film Jelangkung3 juga. Kebetulan gw belum liat kayak mana filmnya. Sedikit minta bocoran buat klip Harmony nanti. Katanya bakal dibuat surealisme atau apa gitu, dan gw sungguh ga mengerti itu apa :P dnger namanya sih ya pernah. Nanti mas-mas PadI-nya juga bakal diliatin main alat gitu, dan model-nya ya orang banyak gitu. I See..ditunggu lah klip-nya,semoga bagus, dan tidak horror seperti film Jelangkung. Heuheu…

  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: