Naga Bonar: Bujaaaaaaaang….!!!
Mungkiiin….saja, gw adalah salah banyak dari beberapa orang yang ketinggalan tentang Film “Naga Bonar”. Katanya, film ini rame banget. Katanya juga, Deddy Mizwar main bagus di film ini. Dan gw cuma melongo aja denger “katanya….katanya…dan katanya….” :(( ASLI! Mupeng banget,dan penasarannya itu looh…Palagi film ini mau dibuat Sequel-nya. Garing banget kan kalo gw tiba-tiba aja liat sequel-nya tanpa tau apa yg terjadi di film awalnya.
Pucuk dicinta ulam tiba! Dalam rangka perayaan “Bulan Film Nasional 2007” yang diadakan di Taman Ismail Marzuki di bulan Maret ini, diputar juga beberapa film karya Asrul Sani,dan salah satunya si Naga Bonar ini. Yippiiiie…tak melewatkan kesempatan ini, untung saja gw sempet nonton di hari terakhir pemutaran. Tak disangka pula, diakhir pemutaran film ada diskusi dengan bintang tamu pemeran utama film ini yaitu Bang Deddy Mizwar
Ternyata apa “kata orang” tentang film ini terbukti kebenarannya. Syumpeeh! Filmya keren banget. Dengan alur cerita sederhana dan dibikin komedi, tapi banyak pesan moral yang terkandung didalamnya. Film berdurasi 108 menit ini bercerita tentang si Naga Bonar bekas pencopet yang mengangkat dirinya menjadi komandan laskar. Selain Deddy Mizwar, film ini juga dibintangi oleh Nurul Arifin, Wawan wanisar, Afrizal Anoda, Piet Pagau, dll.
Film dimulai dengan setting si Naga Bonar beserta sahabatnya (si Bujang) yang baru saja keluar dari penjara. Sempet-sempetnya,ketika diperjalanan mereka bertemu dengan serdadu Jepang, si Naga mencopet jam tangan yang dipake serdadu itu
Saat itu, Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya. Meski telah merdeka, dalam kenyataannya belum 100% merdeka. Waktu itu tentara Belanda berusaha kembali menjajah dengan membonceng tentara sekutu.
Disaat seperti itu, meski dengan masa lalu gelap sebagai pencopet, si Naga masih cinta pada tanah airnya dengan ikut berjuang mengusir penjajah dan mengangkat dirinya menjadi laskar komandan. Usahanya tak sia-sia, sebagai pejuang dia lumayan sukses (Banyak hal-hal gokil yang digambarkan ketika perang! hehe…). Anak buahnya lumayan banyak, si Bujang pun dia angkat sebagai asistennya. Emak-nya pun masih tak percaya kenyataan ini, dia tetap saja menganggap si Naga masih dalam kehidupan gelapnya sebagai pencopet.
Tentang si Bujang sahabatnya itu, si Naga sangat bersahabat dengan dia dan setia. Sampai-sampai ketika si Naga di penjara, si Bujang ikut-ikutan masuk penjara, dengan alasan di penjara semua bisa dapat gretongan
Ada kejadian lucu, ketika dalam laskar itu terjadi pembagian pangkat. Si Bujang,karena hanya sebagai asistennya Naga, hanya diangkat sebagai Kopral. Si Bujang pun ngambek, dia mau meninggalkan laskar. Tapi Naga bilang “Kau boleh pergi, tapi ambil pistol ini, dan tembak saya mati dulu!” See..??? Akhirnya si Bujang tetap setia berada disamping Naga.
Tapi si Bujang masih ingin tetap membuktikan, kalau dia juga bisa berjuang di garis depan. Pada suatu ketika, dia mencuri pakaian si Naga dan pergi menggempur markas Belanda dengan hanya membawa sedikit pasukan. Dapat ditebak…si Bujang akhinya meninggal juga! Si Naga pun sangat meratapi kepergiannya, “Bujaaaaaaang…kubilang juga apa! Jangan pergi-jangan pergi, matilah kaaau…” Dengan logat batak kentalnya. disaat seprti itu, dia masih sempat loh..nyiptain lagu sedih buat si Bujang. Hehe…
Tak hanya persahabatan dan kecintaan pada tanah air, di Film ini juga mengangkat kisah tentang cinta terhadap orang tua dan juga wanita. Si Naga ini diceritakan hormat dan sayang sekali dengan Emaknya. Ketika berjuang, dia rela menggendong Emak-nya untuk ikut mengungsi ketempat yg lebih aman bersama dia. Bukannya apa-apa, soalnya si Emak tak mau digendong yang lain. BAU, katanya
Kalau percintaan dengan wanita, ceritanya ada seorang perempuan (Diperankan Nurul Arifin) tawanan, anak dari seorang dokter yang dicurigai sebagai mata-mata Belanda. Si Naga suka sama dia, tapi perempuan itu benci sekali (pada awalnya). Tapi pada akhirnya luluh juga, karena hati Naga Bonar yang baik dan tulus mencintai dia. Ada kejadian lucu, tentang kebiasaan Naga Bonar yang suka kena Malaria kalau dia mandi
Gara-gara ingin terlihat menarik (dan atas bujukan si Bujang pula tentunya), si Naga bela-belain tuh mandi. Pake sabun Cap Buruk Merak pula! (Psst..konon di Zamannya,itu sabun emang paling oke lohh…. Hehe…) .
Suatu waktu, Naga Bonar bahkan si Naga pernah bertaruh dengan temannya sesama pejuang “Jendral Mariam” yang juga menginginkan perempuan itu. U know what apa taruhannya? Main catur! Hehe..dasar si Bonar,karena dia mantan pencopet, buah catur pun dia copet! Menanglah Dia
bikin keqi si Jendral mariam, ahirnya keduanya berantem tembak-tembakan. Si Jenderal musuhnya itu akhirnya menyerah ketika kakinya tertembak.
Sedikit bocoran, di sequel nantinya si Naga akhirnya menikah dengan perempuan ini dan punya anak bernama Bonaga (Nama yang aneh! Hihi…). Kata Bang Deddy,si Bonaga ini adalah anak ke-5! Yang pertama lahir,kemudian meninggal. Yang Kedua lahir, matilah kemudian (Intinya, anak ke 1 s.d. 4 meninggal gitu) Dan yang kelima ini (Si Bonaga) lahir, tapi ibunya yang meninggal. Diperankan oleh Tora Sudiro (Tanpa casting loh!), Bonaga ini lulusan S-2 luar Negeri booww..! Hidup di dua zaman yang berbeda, ada gap yang terjadi diantara keduanya.
Film Naga Bonar jadi dua ini mengajak melihat perbedaan dengan CINTA. Herosime di masa sekarang tidak harus dilakukan dengan berperang seperti ketika zaman penjajahan dulu. Untuk itu, lagu : Syukur, Indonesia Pusaka dan Tak Hanya Diam dari PADI yang katanya bakal jadi soundtrack untuk film ini spertinya cocok banget deh…
FYI aja, Film sequel ini Kata Bang Deddy penuh perjuangan dibuatnya. Ketika Alm.Asrul Sani masih hidup, Bang Deddy sempat mengutarakan keinginannya membuat sequel ini. Waktu itu sebetulnya konsep udah ada, tetapi ketika Asrul Sani meninggal, hard disk dalam komputer tidak ditemukan! (Hmmh..jadi ingat kejadian ketika lagu perjuangan PADI yang rusak ketika disimpan di hard disc kompter. Kesamaan Nesib tuh…) Hilang tanpa bekas. Kemudian dilanjutkan penulisannya oleh Hamid Jabar, tak lama beliau pun pun meninggal di atas panggung. Terakhir, Bang Deddy sendiri yang kemudian mencoba meneruskan.
Insya Allah, mulai tanggal 29 Maret ini kita sudah bisa menyaksikan Film Naga Bonar Jadi Dua ini di bioskop.Film pertama dibuat Tahun 1984 (Wow! Sudah 23 tahun ternyata..). Ada kejadian lucu ketika pemutaran tempo hari di Studio 1 TIM. Beberapa kali film terhenti karna suaranya tidak ada! Hihi…pantesan aja, ternyata sudah JADOEL kali yah..
Sukses deh buat Bang Deddy.
Katanya selain Film-nya akan diluncurkan juga Novel-nya. Sudah penasaran banget niiy pengen lihat. Harusnya gw udah bisa baca skenarionya dari dulu. Ada seorang teman yang mau berbaik hati mengirimkan scenario Film ini ke gw. Tapi entah kenapa attachment-nya kosong. Mungkin lupa tidak terkirimkan. Dan dalam beberapa hari ini dia sedang ada di luar kota. Hmmh..mungkin emang ditakdirkan buat langsung liat Film-nya kali yee…
biar seru.

