Sesuatu Yang Tertunda

October 4th, 2009

Resensi Buku: Perahu Kertas (Dewi “Dee” Lestari)

Posted by julia-imoet in Books

Siapa tak kenal Dee? Dari awal menulis Novel Supernova (Pertama: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, disusul AKAR, kemudian PETIR) namanya mulai dibicarakan oleh para pecinta membaca. Meski awalnya berkarir sebagai penyanyi, dengan bergabung di kelompok RSD-Rida Sita Dewi, toh pada akhirnya Dee sekarang lebih berkutat di dunia menulis. Namun, di buku Rectoverso Dewi menggabungkan talenta menulisnya dengan kemampuan bernyanyinya. Dengan menerbitkan Novel Rectoverso yang merupakan kumpulan beberapa Cerita Pendek, sekaligus album yang berisi kumpulan lagu-lagu yang tema-nya diambil dari cerpen-cerpen tersebut. Keren deh pokoknya!

 Akan hal-nya dengan Novel “Perahu Kertas”, kalau mau dibandingkan dengan nocel Dee sebelumnya, BEDA banget! Yang ini lebih ringan dibaca. Namun…tidak mempengaruhi esensi cerita menjadi dangkal. Dee tetap bisa memberikan kejutan-kejutan menarik yang membawa pembacanya (termasuk gw!) terhanyut abissssssss dengan ceritanya. Kadang mengharu biru bikin nangis bombay, kadang lucu bikin ngakakdotcom, dan gw suka dengan tuturan yang terkadang penuh filosofi dari tokoh-tokoh yang ada di cerita itu.

Kalau gw tarik garis lurus dari Novel ini, temanya sekitar CINTA,  Persahabatan, Keluarga, juga tentang kegigihan dalam meraih Mimpi.  Sentral cerita ini ada pada tokoh Kugy dan Keenan.

Kugy, perempuan unik (yang pada kenyataannya “Aneh”,hehe…), dandanan sm tingkahnya sama2 slebor! Bayangkan saja, dia bisa tampil dimuka umum dengan rambut acak2an, celana batik, kaos kepanitiaan bekas Abang-nya, plus jaket jeans. Bercita-cita jadi penulis dongeng anak2, untuk itu dia kuliah ngambil S1 jurusan sastra. Hobby unik lainnya, dia suka curhat di perahu kertas untuk kemudian perahu itu dilayarkan di air mengalir (sekalipun itu selokan). Kugy merasa dirinya sebagai agen Neptunus ;-) benar2 mahluk aneh, hihi…

Keenan lain lagi. Digambarkan sebagai cowo’ Cool (Ehm..dan gw pun tertarik padanya! Sayang hanya tokoh khayalan. Hahaaa…) hobby melukis dan bercita2 menjadi pelukis, namun tidak disetujui oleh keluarganya. Sama2 berbintang Aquarius, bisa menjadikan Keenan dan Kugy nyambung, karena sama2 “agen Neptunus”. Gokil :D

Cerita diawali dengan setting Belanda, rencana kepulangan Keenan ke Indonesia setelah beberapa lama tinggal di Belanda bersama Nenek-nya. Keenan akan melanjutkan kuliah di Bandung, meninggalkan mimpinya di Belanda menjadi seniman lukis. Ayahnya menghendaki dia kuliah, dan tak ngin Keenan berlama-lama di Belanda karena takut anaknya berubah haluan menjadi seniman. Disini setting dibuat sedih, karena Keenan harus meninggalkan Nenek-nya yang hidup sendirian. Begitupun Nenek-nya, berat melepaskan Keenan cucu tersayang, namun HARUS.

Disaat yang sama, Kugy pun sedang mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan kuliah di Bandung. Disana dia satu kost dengan sahabat lamanya dari sejak kecil yaitu Noni. Noni punya pacar Eko, naah..si Eko ini ternyata sepupuan sama Keenan. Cukup bisa ditebak, diawali pertemuan jemput menjemput di stasiun kereta yang lumayan cukup menggelikan (Dan disini pula Kugy dan Keenan memulai saling ketertarikannya). Semenjak itu, mereka ber-4 semakin kompak, setidaknya mereka seminggu sekali bertemu karena  punya ritual nonton midnight di malam minggu. Lengkap dengan segala bumbmbu2 persahabatan, seneng, sedih, lucu juga ada. Terutama berkaitan dengan masalah transportasi, si “Fuad” mobilnya Eko yang sering ngadat ;-) Sebetulnya, Kugy sudah punya pacar tapi di Jakarta. Namanya Joshua, tapi biasa dipanggil Ojosh (Hehe..nama keren2 kok diubah ya!). Namun Ojosh juga ga’ sering2 ke Bandung, oleh sebab itu Kugy masih sering gaul bareng sahabat2nya ini di malam minggu.

Keenan dan Kugy sebetulnya punya cinta yang masing-masig dipendam. Karena Kugy sudah punya pacar, tentunya. Semua berubah menjadi kacau ketika ada Wanda dalam kehidupan persahabatan mereka. Wanda ini sepupu Noni yang kuliah di ,uar negeri, dan lagi liburan. Rencananya, Wanda ini mau dijodohkan dengan Keenan. Keenan yang cool, dan Wanda yang glamour akhirnya bisa nyambung juga karena mereka punya sama2 ketertarikan di bidang lukis. Ayah Wanda punya galeri besar di Jakarta. Perlahan…Kugy mulai menarik diri dari kumpulan. Dan menyibukkan dirinya dengan kuliah dan kegiatan sosialnya, menjadi pengajar di sekolah gratis untuk anak tidak mampu dan menjadi  sahabat dari Jendral pilik dan Pasukan Alit.

Menghenai Jendral Pilik dan Pasukan Alit ini, adalah ide cemerlang dari Kugy agar anak-anak didiknya mau belajar. Kugy menciptakan tokoh2 yang berasal dari mereka, dan menjadikannya sebuah dongeng tentang keseharian mereka. Hal itu membuat anak2 tertarik, karena diri mereka dijadikan tokoh dongeng. Akan halnya Jendral Pilik, anak yang paling nakal dan disegani teman2nya namun akhirnya bisa “ditaklukan” Kugy. Dirinya ingin menjadi Jendral, dan teman2nya dijadikan Pasukan yang diberi nama Pasukan Alit ;-)

Pada akhirnya, Apakah Keenan dan Kugy akan bersatu? Setelah masing2 menjalani pilihan hidupanya sendiri,  Kugy telah memiliki Remy, yang menjadi Boss-nya di perusahaan tempat dia bekerja. Dan Keenan? Telah memilih Luhde, Perempuan Bali yang juga tinggal di padepokan Pamannya. Di Padepokan ini, Keenan menghabiskan waktunya mencoba melupakan semua keterpurukannya setelah berpisah dengan Wanda dan meninggalkan bangku kuliahnya di Bandung. Untuk menjadi seorang pelukis.

Pokoknya, DIJAMIN deh…ga bakal mau brenti baca sbelum tu buku habis dilalap! Penasaran aja, gimana akhir ceritanya. Meski ujungnya “kesitu”, tapi untuk menuju “kesitu”nya itu ceritanya ga biasa. Seru banget deh pokoknya, banyak kejut2an. Dan katanya, buku ini mau dibuat Film-nya tahun depan. Sekarang masih dalam tahap pencarian pemain (Info dari Twitter-nya @Dewislestari). Hmmmh…kalo gw boleh ngajuin nama, gw pengen banget NICHOLAS SAPUTRA jadi Keenan-nya. Trus kalo kata temen gw, yang jadi KUGY-nya Rachel Mariam aja (Secara, rambut kan udah sama kriwilnya tuh. Hehe..). Gw jg setuju, tapi kalo dipikir lagi: Rachel sekarang bukannya udah jadi anggota DPR? Hmmmh…pasti ga sempat deh main pelem lagi. Trus kayaknya, wajah Rachel udah Emak2 deh, ga cocok sama Kugy yg dicritain sebagai Mahasiswa trus fresh graduate. Hehe…

Ga sabar nunggu gimana nanti jadinya tuh Film. Gw udah bayangin romantisnya cerita dimana Keenan nyulik Kugy buat diajak ke Ranca Buaya. Scene-nya di Laut bo! Tempat favorit gw. Pas baca tuh buku, gw sambil membayangkan betapa indahnya tempat yg diceritakan itu. Pngen juga main ketempat yg diceritakan itu. Dan ini, beberapa kutipan di buku itu yang gw suka banget:

“Hampa harusnya berarti TIDAK APA-APA. Tidak apa-apa harusnya berarti TIDAK ADA MASALAH. Termasuk RASA SAKIT…” (Page 182)

“Kenangan itu Cuma HANTU DISUDUT PIKIR. Selama kita Cuma diam dan nggak bernuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi HANTU. Nggak pernah akan jadi kenyataan…” (Page 221)

“ …Hidup ini sudah diatur. Kita tinggal melangkah. Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah disiapkan bagi kita. Kamu tinggal merasakannya saja.” (Page 391)

January 16th, 2009

Resensi Buku: Maryamah Karpov

Posted by julia-imoet in Books

Akhirnyaaaaaaaa…selesai juga gw baca tuh buku! Meski dengan tertatih-tatih *Ceilee…* buku setebal 505 Halaman itu habis terbaca juga. Fiuuuh….!!! Kalo gw boleh komen, penantiannya ga’ sebanding dengan isinya. Apa karena kelamaan nunggu ya? Jadi anti klimaks gt deh….

 

Dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, semua cepat gw lalap habis. Eh, buku yang Laskar Pelangi itu ga’ gt dink! Awalnya sempet borring. Tapi pas udah ¼-nya dibaca, ga pngen brenti! addict :P Trus buka ke-2 dan ke-3, amat sangat dengan cepat gw lalap habis. Naah…yang ke-4, buku penghabisan dari Tetralogi-nya Andrea Hirata ini malah lama banget slesenya. Apa karena banyak mengandung tulisan yang bersifat eksakta, bikin gw ga’ mudeng. Terutama waktu episode bikin2 kapal itu. Maklum…gw kan anak sosial ;-) Sama halnya waktu gw baca Novel Supernova-nya Dewi Lestari yang “Ksatria Putri dan Bintang Jatuh”. Puyenk! Hahaa…. :D

 

Tapi Novel Maryamah Karpov ga’ serumit bukunya Dee itu lah. Masih banyak hal-hal lucu dan nyentrik yang masih buat gw ketawa, masih ada hal-hal sedih yang bikin gw tersentuh, tapi ga’ terlalu nendang kaya’ buku-buku sebelumnya. Setelah di buku pertama menceritakan kehidupan masa kecilnya Ikal, buku kedua tentang kehidupan Ikal bersama Arai sepupunya, buku ketiga pengalaman selama berada di luar negeri, naah..buku ke-empat ini bercerita tentang Ikal yang sudah balik ke Belitong dan berusaha mencari kembali Aling sang Cinta Pertama-nya. Duuuh..sayangnya Ikal hidup di jaman jadul sih! Coba kalo hidup di jaman sekarang, kan bisa ikutan reality show “Cinta Pertama” buat menemukan kembali cinta pertamanya. Hahaaaa..just kidding! :D

 

Di buku ke-4 ini, dibikin model Mozaik-mozaik gt per-BAB-nya. Tersentuh banget waktu Ikal menceritakan Ayahnya di bab-bab pertama. Udah seneng2 mau naik pangkat, ternyata ga jadi! Hanya karena Ayah-nya ga ‘punya Ijazah. Bayangin aja, udah rela-rela antri panjang, namanya sampe terakhir ga disebut! Haduuuuh..sedih banget deh rasanya :’(  

 

Yang bikin gw ktawa, waktu Ikal cerita perilaku orang-orang di kampung-nya. Dimulai dengan perjalanan pulang dia dr Luar Negeri ke Belitong naik kapal laut. Bela2in pake baju seragam waktu dia magang jadi door man, buat nyenengin bapaknya (Yang bangga dengan kerjaan yang berseragam. Padahal…? Hehe). Tuz naik mobil angkot yang dipasang lagu soundtrack sesuai karakter muka ;-) Gw kira,pas liat Muka-nya si Ikal, Bang Zaitun mau stelin lagunya Rhoma Irama. Taunya lagu Qasidahan “Perdamaian”. Huahuaa…

 

Selain itu, episode tentang nama ALIAS para penghuni kampung juga gokil. Nama julukannya lucu2! Ada….. IBRAHIM HARAP TENANG, gara2 profesi-nya sebagai juru pancar film. Tiap ganti rol dia pasang tulisan HARAP TENANG :-) MUAS PETANG, karena berkulit gelap :-) RUSTAM SIMPAN PINJAM, karena dia kerja di koperasi :-) MUNAWIR BERITA BURUK, karena sering ngumumin berita kematian di mesjid :-) pokoknya banyak deh. Lucu2 :P

Trus,soal orang-orang yang hobby taruhan, apa aja bisa jadi bahan taruhan! Hukumannya aneh-aneh. Paling gokil, waktu taruhan pakai helm 4 hari  4malam ga boleh dilepas sm  nangkep duren jatoh dari pohon-nya. WHATS!!! :P  

 

Yang bikin gw heran, sekolah jauh2 ke LN. Kok bisa ya pas udah sampe ke kampung begitu? jadi kuli kasar lah intinya, tragis banget. Trus tentang judul “Maryamah Karpov” itu. Hal yang buat penasaran dari dulu, hanya dibahas SEKILAT INFO aja. Teka-teki siapa cover cewe’ jago biola itu juga, sama aja. Cuma dibahas sekilas. Imajinasi gw, Cewek yang ada di Cover main biola itu namanya Maryamah Karpvov, yang bakalan jadi cewe’nya Ikal. Hahaaa….ternyata meleset jaoh! :D

 

ENDINGNYA….?

Gw nyangka kalau Ikal akhirnya bisa ketemu sm Aling juga. Tapi gw udah nyangka kalau penantian selama itu bakal berakhir dengan sia-sia. Cinta tanpa restu orang tua… Hikz…Hikz..Hikz…

Just dreaming…jika episode ini difilmkan. Lagu “Sudahlah” PadI ini bisa menjadi soundtrack-nya *Halaakh…* :P

 

Cerita lalu seakan nyata
Larut kita didalam rasa
Mengalir terbawa jangan teruskan
Kita yang pernah mengukir cinta
Berbayang masa saat bersama
Hanyutkan kita coba hentikanSudahlah… aku pergi
Sudahlah… aku pergi

Lelahkan jiwa meski berharap
Rasakan lagi cinta kita dulu
Tapi ah… ah… kita terpisahkan

Derasnya sisi religi
Mengasah alur hidup kita
Jangan sesali
Coba kuatkan hati… oh
Aku pergi…

 

 

October 1st, 2008

Resensi Buku: Lanang

Posted by julia-imoet in Books

Judul              : Lanang

Karangan       : Yonathan Rahardjo

Penerbit          : AlvabetSastra

 

 

Suka baca Novel ber-genre Scie-Fi? Novel ini bisa jadi pilihan. Novel pemenang Sayembara Novel DKJ 2006 ini ditulis oleh seorang Dokter Hewan, isinya bertemakan tentang rekayasa genetika. Cocok dibaca buat mereka yang tertarik dengan isu-isu sosial, psikologi, bioteknologi, dan politik kesehatan. Weits..tapi bukan berarti yang masih awam di dunia ini ga bisa ngikutin loh. Contohnya gw ;-) Awalnya emang pusing karena banyak istilah asing yang baru dikenal (Maklum aja, gw anak ekonomi), tapi ternyata lama-lama bisa ngikutin juga tuh. And very excited! Bahasanya nyastra banget…jauh dari bayangan gw, kalo yang nulis ternyata adalah seorang Dr.Hewan :-) Bacanya ga bisa berenti, menegangkan…pengen cepet tau gimana endingnya.

 

Ceritanya, tentang seorang dokter Hewan bernama Lanang yang berpraktek di sebuah koperasi yang bergerak di bidang peternakan, di desa terpencil yang terletak jauh didaerah pegunungan. Pengantin baru ini, langsung memboyong istrinya “Putri” untuk tinggal bersamanya di desa itu. Kehidupannya sebagai pengantin baru ternyata tak seindah yang mereka bayangkan. Hal itu diawali ketika sesosok Burung Babi Hutan, yang diyakini sebagai mahluk rekayasa genetika (ataukah monster?) mengganggu kehidupan perkawinan dan pekerjaan Lanang. Bagaimana tidak, jika mereka selalu diteror (bahkan ketika mereka melangsungkan ritual “malam pertamanya!”). Sapi perah yang ada di seluruh peternakan itu lambat laun musnah karena penyakit yang diyakini disebar oleh “monster” aneh ini. Hal ini membuat Lanang menjadi STRESS berat. meski masih berusaha menciptakan kesan religius dari dalam dirinya, namun ternyata Lanang masih rajin “jajan” mencari perempuan lain selain istrinya. Hal itu didapatnya di tempat pelacuran dan juga “Dewi” cinta pertamanya dulu ketika masih di bangku kuliah yang berfofesi sama sebagai doktor hewan. Kehidupan bertambah rumit, ketika seorang dukun hewan “Rajikun” muncul berkoar-koar tentang adanya mahluk Burung Babi Hutan Ini. Dan pada akhirnya banyak orang yang memanfaatkan dari kejadian ini, untuk kepentingan pribadi masing-masing. Sebagai intrik politik, bisnis, juga sebagai pembalas dendam masa lalu. Bagaimana pada akhirnya kehidupan Lanang, dan juga nasib si Burung Babi Hutan? Trus apa hubungannya si Dukun Hewan Rajikun dengan Lanang? Juga Putri dengan Dewi?.

 

Lebih lengkapnya, baca aja Novelnya kali yee.. ;-) ga’ nyesel deh pokoknya, SERU abisss! Baca Novel ini gw sempet dibikin terbengong-bengong. Gila ya..imajinasi pengarangnya hebat banget! Gw berasa nonton film-film Scie-Fi dari Luar sono. Tentang camp pembuatan mahluk-mahluk rekayasa genetika, mana kepikiran coba? Nyamuk berkepala tupai, Gen domba dioplos sama Gen manusia biar air susunya banyak, Gen kera dioplos sam Gen ubur2 laut biar bisa nyala diruang gelap, membuat ayam transgenic , dll..dll… *Fiuuuh…cape deh gw bayanginnya!* ;-) Trus ada lagi yang bikin takjub, waktu ritual pembunuhan si Burung Babi Hutan. Nuansa mistis-nya berasa banget, ritual yang aneh. Hehe…      

 

Selain ceritanya, nilai plus dari buku ini yang gw catet adalah bahasanya yang indah. Sastra banget, banyak puisnya juga (meski terkadang puisnya agak2 ga ngerti, hehe…). Oh ya, satu lagi kritiknya. Kok Novel ini banyak adegan “ML” nya yah? :P ga gt vulgar sih. cuman… ;-) *No comment ah kalo soal ini* harusnya, di pojok kiri atas ada tulisan : BO  *Bimbingan Orang tua* atau  18+. Hehe…

 

Finally, mari kita berandai-andai. Jika Novel ini di-film-kan? Seru banget kali yaa…cuman modalnya pasti gede :D Gw udah punya bayangin nih buat jadi dukun Hewan Rajikun-nya: Sudjiwo Tedjo aja! atau Paranormal yang kaya banget itu tuh (Lupa deh siapa namanya…). Hehe..  

 

P.S

Very Special Thanks to Thamoz buat bukunya juga “diskusi” nya ;-)       

    

September 26th, 2008

Resensi Buku : Rectoverso – Dewi “Dee” Lestari

Posted by julia-imoet in Books

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Dee mempersembahkan karya yang tidak biasa. 11 cerpen, dan 11 lagu sekaligus dalam satu keseempatan. Bisa dinikmati secara bersama, bisa juga secara terpisah. Untuk itu, Dewi memberi judul karyanya kali ini “Rectoverso” pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan,saling melengkapi. Tema yang disajikan sebetulnya sederhana, sering terjadi dalam keseharian, tapi Dee banget deh *bingung gimana ngungkapinnya*. Kadang disampaikan dengan bahasa sederhana, tapi kadang juga rada bikin kening berkerut buat memahaminya lebih dalem.

 

Semua tentang CINTA, CINTA yang universal. Seperti yang dee bilang di situs resminya buku ini di www.dee-rectoverso.com, mari kita sentuh CINTA dari dua sisi. Enaknya sih sambil baca, sambil dngerin musiknya juga. Dijamin bikin termehek-mehek! ;-) Musiknya pake live orkestra dari Magenta (Andi Rianto). Dari keseluruhan lagu, gw suka lagu Curhat Buat Sahabat, Malaikat Juga Tahu (Single Hits-nya nih), Peluk (Duet with Aqi Alexa), sama Firasat aransemen baru. Dan ini sedikit resensi-nya (versi gw):

 

 

CURHAT BUAT SAHABAT

Kadang orang terlalu muluk jauh berfikir, apa sih yang bisa bikin pasangan kita bahagia? Tak selalu harus berbentuk materi. Di cerita ini membuktikan, kadang ternyata  keinginan pasangan agar dia bahagia itu tidaklah serumit yang dibayangkan. Hanya sebentuk rasa “PERHATIAN” saja sudah cukup. Dan terkadang, justru orang yang ternyata diharapkan bikin bahagia itu bukan orang yang selama ini diharapkan menjadi pasangan kita.

Kisah ini tentang curahan hati seseorang perempuan kepada sahabat lelakinya. 5 tahun si cewek ini tergila-gila dengan seseorang, dan baru menyadari kalau ternyata orang yang dia gilai itu adalah orang yang salah. Si cewek baru menyadari pas dia sakit, sendiri, dan tak sanggup bangun meski hanya untuk mengambil segelas air putih yang dia butuhkan untuk melepaskan dahaganya. Tidak muluk-muluk,yYang dia butuhkan saat itu cuma orang yang bisa menyayanginya, dan segelas air putih…

 

 

MALAIKAT JUGA TAHU

Tahukah kamu, bahwa “Terkadang ‘malaikat’ itu tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan” Itu tema yang ingin disampaikan Dee di cerita ini. Disebuah tempat kost-kostan, ibu kost-nya (dipanggil bunda) mempunya 2 orang anak si Abang dan si Adik. Si Abang memiliki keterbelakanga mental, tapi cukup cerdas. Dia yang selama ini membantu ibunya mengurusi kost-kostan. Mencuci, beres-beres, dll. Sementara si Adik, merantau. Si Abang bersahabat dengan seorang perempuan penghuni kost, dan jatuh cinta. Tapi ternyata perempuan ini jatuh hati dengan Adiknya. Bunda telah berbicara dari hati kehati dengan perempuan ini, siapa diantara keduanya yang patut untuk dipilih?  

“Terkadang malaikat itu tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan.

Namun kasih ini silahkan kau adu

Malaikat juga tahu

Siapa yang jadi juaranya…”

 Cerita yang sangat menyentuh…

 

 

SELAMAT ULANG TAHUN

Bagaimana rasanya, jika seseorang yang selama ini kita anggap paling special. Justru ternyata melupakan hari ulang tahun kita?  Memang cukup simple, hanya rangkaian kata-kata “Selamat Ulang Tahun”. Tapi dampak dari 3 kata itu cukup dahsyat, terutama bagi perempuan yang mengharapnya…

 

“Satu waktu nanti, saat kamu berhenti percaya manusia bisa punya sayap selain lempeng besi yang didorong mesin jet, saat kamu berhenti percaya hidup lebih bermakna bila ada wasit yang menyalakan aba-aba “1,2,3”, kamu boleh percaya bahwa kemarin…besok…lusa…dan hari-hari sesudah itu..aku masih menunggu. Menunggu kamu mengucapkan apa yang harusnya kamu ucapkan… berjam-jam yang lalu”

 

Hikz..Daleeeem….. :((

 

 

AKU ADA

Kisah ini tentang seseorang yang setia menantikan kekasihnya yang telah pergi, meski dia telah memiliki penggantinya. Ritual penantian ini selalu dilakukan setiap hari di tepi pantai menjelang sunset. Tanpa disadari, seseorang yang dinantinya itu selalu mengawasinya. Meski dari kejauhan, dari dunia yang berbeda…Very romantic story, tentang arti sebuah kesetiaan. Suka banget sama ilustasinya, tentang ombak di pantai. I Luv it…    

 

HANYA ISYARAT

Cerita ini bertutur tentang pengagum rahasia. Sesorang yang hanya mampu mengagumi seseorang tanpa orang itu tahu, meski jaraknya hanya tinggal beberapa centi di depannya.

 

“(Rasakanlah) isyarat yang mampu kau tangkap. Tanpa perlu kuucap

(Rasakanlah) Air,Udara,bulan, bintang, Angin, Malam, Ruang, Waktu, puisi.

Itulah saja cara yang bisa

Untuk menghayatimu

Untuk mencintaimu…”

 

Fiuuuh..emang ga enak ya kalau cuman jadi pengagum rahasia. Makan hatiiii… ;-)

 

 

PELUK

Ketika 6 tahun kebersamaan, tidak mampu membuat pasangan bisa bertahan. Ketika sebuah PELUK, menjadi  salam perpisahan terakhir. Hikz.. :((

 

 

GROW DAY OLDER

Salah satu dari dua cerita berbahas Inggris di kumpulan cerpen ini. Berkisah tentang perselingkuhan. Dimana si perempuan berniat ingin meninggalkan semuanya, tepat disaat ulang tahun SLI-nya itu. Dengan mempersembahkan sebuah lagu ciptaanya sebagai kado ultah. Namun akhirnya berubah menjadi bimbang karena suatu peristiwa, stay or leaving?! *Hayoo,tebak*       

 

CICAK DI DINDING

Dua orang lelaki bersahabat, dan salah satunya memutuskan untuk menikah. Sahabatnya yang pelukis ingin mempersembahkan kado spesial bagi calon istri sahabatnya (Yang berniat jadi pelukis juga), dengan melukis di dinding studio lukisnya yang baru. Tak disangka, ternyata perempuan itu adalah cinta pada pandangan pertama si pelukis, plus juga langsung patah hati ketika sahabatnya memperkenalkan kalo perempuan itu adalah calon istrinya! Taukah lukisan apa yang dipersembahkan untuk “cinta”nya? CICAK. Ya…ratusan cicak yang hanya bisa terlihat jika lampu dimatikan. Pelukis itu berbisik

“ Kutitipkan mereka untuk menjaga kamu…mengangumi kamu.”

Whuaa……. :-O

      

 

FIRASAT

Ini termasuk cerita pilu. Ketika seorang perempuan mengagumi seorang lelaki yang ditemuinya di sebuah Klub Firasat. Pemuda itu adalah pemimpin Klub. Selama ini, si perempuan hanya sebagai pendengar, tidak pernah ikut berbagi ataupun menanggapi. Hingga pada suatu kesempatan, dia bisa lebih dekat mengenal lelaki itu. Tapi sayangnya tak lama setelah itu, lelaki itu harus pergi.

 

“Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudera. Kutahu pasti kemana ku kan ku bermuara. Semoga ada waktu. Sayangku, kupercaya alam pun berbahasa. Ada makna dibalik semua pertanda. Firasat ini…Rasa rindukah atau tanda bahaya? Aku tak peduli, k uterus berlari…”

 

Di cerpen ini, gw paling suka ilustrasinya. Yaitu Hujan… I Luv Rain. Romantic…Tragic…

 

TIDUR

2 tahun sang istri meninggalkan suami dan kedua anaknya untuk mengejar karir di negeri orang. Ketika dia memutuskan untuk kembali ke pelukan keluarganya, sebagai surprise dia tak memberitahukan perihal kedatangannya.

“ Sudah cukup lama aku tertidur, memejamkan mata demi melewatkan mimpi demi mimpi bersama kalian. Sekarang, biarkan aku yang terjaga…” begitu ujarnya, ketika mendapati suaminya tengah leap tertidur dengan kedua buah hatinya saat dia tiba dirumah. Dan dia Cuma ingin memandangnya…dalam tenang.

  

BACK TO HEAVENS LIGHT

Ini cerita terakhir dari dua cerita yang menggunakan Bahasa Inggris di buku ini. Menceritakan bagaimana pilunya hati seorang istri yang ditinggal pergi suaminya. Ketika detik-detik menjelang kematiannya, dia seperti merasakan dejavu. Dulu, sesaat setelah menikah sang suami pernah bermimpi. Dia bercerita, dalam mimpinya, tengah berada di lautan gelap, sendirian di seebuah kapal. Gelapnya seakan tak berujung. Ketika tiba-tiba sebuah cahaya terlihat, cahaya terindah yang yang pernah dia lihat. Diapun begerak menuju cahaya itu.  Seketika dia berhenti bercerita dan menangis. Sang istri bertanya “Why are you crying? It could be the heaven’s light?” . Suaminya menjawab “It was You that I saw in the light…” :((

Dan ketika tengah menemani suaminya dalam kedaan dying di sebuah Rumah Sakit, sang suami berkata kembali “ I’m back in the dark ocean. I See no end, and I see no beginning…”

Cerita tak berhenti sampai disitu. Karena ternyata ada hubungan cinta segitiga antara perempuan itu, suaminya, dan Pria Idama Lain. Nah loo…penasaran kan gimana kira2 ending ceritanya yaa….?

 

Selengkapnya, silahkan cari bukunya di toko-toko buku terdekat!!! ;-)

 

  

    

 

September 23rd, 2008

Novel Plus CD: Rectoverso, Kionelle, dll.

Posted by julia-imoet in Books

Beberapa waktu belakangan ini, hobby baca gw lagi “menggila”. Mungkin karena lagi bosen ga tau apa yg mao dikerjain kalo udah dirumah, Hehe… Semangat keluyuran disaat puasa ini emang sedikit mengendur :P Buku-buku yang banyak sekali blom dibaca (Bahkan masih ada yg diplastikin! Keqeqe…) hasil hunting saat diskonan di toko buku maupun pameran, akhirnya ditoleh juga :P

 

Lagi asyik-asyiknya baca “Matahari Di Atas Gili” (Temanya mirip Laskar Pelangi. Kalo ini tentang usaha memajukan pendidikan di sebuah pantai di Gili. Plus bumbu2 romantis percintaan pelakonnya), Someone special ngasih buku  “Lanang” yang emang udah lama ditunggu-tunggu dan pengen gw baca saking penasarannya setelah baca resensinya di i-net. Katanya sih buat kado ultah, tapi telat nyampe gara-gara pernah nyasar karena salah nulis alamat. Gw hargai banget usahanya buat ngirim balik, dan udah bersusah payah mintain tandatangan ke pengarangnya *tersanjung mode on* :’) Buku yang mengajari gw buat menjadi lebih “dewasa” (dalam arti sebenarnya!) Hahaa… *Terimakasih, Cinta… - Afgan Mode On*

 

Pas lagi iseng2 browsing, eh..ternyata Dewi “Dee” Lestari lagi promo buku baru dan kalo pesen secara online bisa dapetin harga diskon plus lebih duluan daripada yg beredar dipasaran. Cuma bisa pesen sampe tgl 21 September aja. Penasaran,akhirnya gw pesen juga (Secara gw emang sejak awal adalah pecinta buku2nya Dee). Judulnya “Rectoverso”, awalnya ga ngerti apa. Ternyata pas baca-baca pengantarnya, artinya itu : pengistilahan untuk dua citra yang seolah-olah terpisah tetap sesungguhnya satu kesatuan. Tau ga, ternyata ada temen satu bagian di kantor gw yang pesen juga! :P Gw baru tau pas bukunya dateng. Hihi.. Tau gitu cumi deh! Cuman Minjem :D

 

Ngomong2 soal buku yang ada CD-nya, sebetulnya ini bukan yang pertama kali *Baca sambil dengerin musik emang hal yang paling nikmat, apalagi tambah ngemil* ;-) Dulu pernah ada tuh, Novel “Cinta Terakhir Lebih Indah dari Cinta Pertama” yang ngarangnya Ferdy Element.dkk isinya. Novel plus CD, jadi pas ada moment ini kita stel lagu ini..kalo ada moment itu stel lagu itu.. Trus pernah ada juga buku Storygraph-nya Rio Haminoto yang judulnya Kionelle. Bukunya mahal, harganya 150rb. Tapi sesuai kok sama bukunya, fisiknya keren. Kertasnya kulaitasnya bagus, gambar-gambarnya juga dibuat seperti film (Modelnya aja ada Ayu Azhari! Hehe..)   Tapi gw bela2in beli waktu itu karena mas Fadly sm mas Ari ikutan nyumbang lagu “Perfect Love” disitu,hehe…  Pas baca2 isinya, ga rugi juga sih. Keren ceritanya, tapi sedikit berat buat yang ga suka perpolitikan ;-) tentang IRA (Irish Republican Army) tapi dibalut dengan bumbu2 kisah percintaan. Seru banget deh pokoknya… Lagu bikinan m’Ari & M’Fadly itu juga lumayan keren dan unik, ada nuansa musik2 Irlandia-nya gt. Romantic Songs ;-)   Trus katanya Andrei Aksana  pernah buat juga model begitu, Novel plus soundtrack-nya. Tapi gw blom pernah baca.

 

Beda dengan buku-buku diatas yang lagu-lagunya lebih ke arah menjadi soundtrack seperti di film-film, naah..Rectoverse-nya Dee itu lebih ke arah penjabaran sebuah lagu menjadi cerpen (Apa cerpen menjadi lagu? Hehe..ya pokoknya gitu lah). Kita lebih memahami arti sebuah lagu, ketika udah baca Novelnya. Ooo…ternyata lagu ini ceritanya begini, Ooo..ternyata lagu itu ceritanya begitu. Selama ini emang udah banyak lagu yang dibuat cerpen, tapi itu kan setelah lagunya terkenal (Kayak Novel yang terinspirasi dari lagu2nya Letto itu tuh…). Kalo ini, lagunya FRESH..(kecuali firasat,yang diaransemen ulang). Lagunya Bagus2, Ceritanya juga Ok2. Very Touching stories. Cerita yang sederhana, yang emang sering dialamin. Musiknya digarap ga main-main,  pake orkestra Live dr Magenta-nya Andi rianto (FYI, Andi dulu pernah kerja bareng di Konseraya PadI) . Bikin termehek-mehek dah… :P  

 

Lagu2nya PadI di album Save My Soul juga pernah dibikinin buku. Bukan Novel, tapi menjadi sebuah buku renungan yang religius. Buat sobatpadI, pasti udah baca dong buku “Basahi Jiwaku Sirami Hatiku”-nya Farrel Muhammad Rizky? 

 

 

Buat yang nunggu resensi Lanang, Rectoverso,dll. Insya Allah nyusul deh. Kalo ga males nulis yaa… ;-) *Psst…Ada yang bilang, Blog gw ini kaya’ berita Infotainment :P * apa aja yg lagi rame bisa dibahas disini. Tapi kebanyakan pada ngintip2 baca doang ga ngasih comment :D Gapapa.. Yang penting tulisan gw bisa bermanfaat buat orang banyak. Hehe…  Kalo mau request apa yg pengen dibahas boleh deh, kirim aja requestnya by mail ;-)

March 31st, 2008

Tentang Novel-nya Habiburrahman El-Shirazy

Posted by julia-imoet in Books

Ppc Gw lupa…pertama kenal tulisan-tulisannya Kang Abik itu dari Novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” (PPC) or “Ayat-Ayat Cinta”(AAC). Hmmh…mungkin PPC dulu. Gw penasaran baca, karena diceritain sama teman yang kebetulan pernah nulis resensinya di sebuah harian Nasional. Waktu itu gw masih bengong, belum baca sama sekali soalnya :-) Nice story, satu buku ada 2 cerita mini. Yang satu judulnya ya PPC ini, dan satunya lagi “Setetes Embun Cinta Niyala”. Setelah itu keluar Novel AAC. Pas keluar, gw belum begitu tertarik baca. Waktu ada Islamic Book Fair, iseng aja gw beli Novel AAC karena sudah ada bonus tandatangannya Kang Abik (Daripada repot-repot antri buat sign book!). Ternyata pas dibaca…Hmmmh..emang seru banget! Malahan sekarang film-nya booming banget.

 

Setelah itu, buku karangan beliau yang gw baca adalah Dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih” (KCB), Kumpulan cerpen “Diatas Sajadah Cinta” & “Ketika Cinta Berbuah Surga”, terakhir buku yang gw baca adalah “Diatas Mihrab Cinta”(DMC). Fiuuh..dahsyat ga sih, semuanya tentang CINTA! Tapi CINTA-nya dia beda sama cinta-cintaan ala buku chicklit sama Metropop, yang ini lebih religius lah pastinya. Sebagai seorang MUSLIMAH yang juga hobby baca, gw berusaha selalu ngimbangin antara baca novel Islami dan Novel non Islami. Malahan yang Novel AAC sama  KCB ini, nyokaps juga doyan bacanya :-)

 

*****

 

Tapi…makin lama kesini kok gw agak-agak gimanaa… gitu baca novel-novelnya Kang Abik. Disatu sisi emang ada sisi bagus dimana disana terdapat nilai-nilai perjuangan seseorang, tapi di sisi lain juga terlalu drama dan semudah itu endingnya. Happily ever after… (Khususnya buat AAC, dwilogi KCB, dan DMC). 

 

Buat A2C (ga usah diceritain gimana kisahnya, karena semua pasti sudah tau), tokoh Fahri-nya tercipta begitu sempurna digilai banyak wanita, dan akhirnya bisa mempersunting perempuan kaya raya, cantik, solehah, pinter. Wah,dreaming banget lah! Trus ketika akhirnya ada orang ketiga (Maria), dengan mudahnya Kang Abik meMUSNAHkan tokoh itu. Dan akhirnya, SEMPURNA lah ceritanya…Wew…kok jadi Andra and the backbone gini! Hehe…*Lagi inget sama Kang Andra yang lagi MAIN HATI* :D Kembali ke AAC, meskiiii gw juga ga menafikan kalau dalam buku ini juga tetap banyak menanamkan nilai-nilai bagus dari tokoh-tokoh didalamnya. Semangat dan ketekunan Fahri dalam belajar (baik ilmu agama maupun ilmu duniawi), semoga saja banyak menginspirasi pembacanya.

 

Kcb Dalam buku dwilogi KCB pun begitu. Tokoh Azzam, yang di awal cerita kayaknya meranaaaaaaaaaaa banget (gemesin banget lah!) trus pada akhirnya dia bisa bangkit..bangkit..dan bangkit….Happy ending deh :-) Dan katanya, dwilogi ini juga bakal di film-kan oleh Sinemart,dengan sang sutradara “berdarah dingin” Chaerul Umam. Jadi ceritanya gini nih:

Azzam mahasiswa Indo yang kuliah di Mesir tapi ga’ lulus-lulus. Ayahnya meninggal, dan dia harus menghidupi kedua adik dan ibunya yang ada di desa. Akhirnya dia kuliah sambil kerja keras disana. Kerjanya-pun serabutan. Intinya jadi tukang tempe , tapi suka juga masak-masak kalau ada acara di kedubes Indo disana. Yang terkenal antara lain juga Bakso-nya. Dia sukses jadi bisnis-man, tapi akhirnya kuliahnya ga lulus-lulus. Digilai sama anak kedubes yang juga artis terkenal di Indo (Elliana), tapi dia suka sama seorang mahasiswa Indonesia (Ana) yang  pernah ditolongnya, tapi ternyata udah keduluan dipinang temannya Furqan. Sebetulnya Ana juga ada hati sama Azzam, tapi waktu itu identitas Azzam masih abu-abu. Setelah lulus Azzam balik ke Indo, dan memulai hidup kerasnya. Gagal satu usaha, pindah ke usaha lainnya. Dalam urusan jodoh pun begitu, beberapa kali proses ta’aruf mengalami kegagalan. Ketika Ana dan Azzam pada akhirnya dipertemukan, toh Ana juga sudah tak sendiri lagi. Naasnya, calon suami Ana (Furqon) itu mengidap Aids yang ditularkan dari seorang perempuan nakal yang menjebaknya ketika di Mesir dulu. Bisa ditebak, kehidupan pernikahan Ana dan Furqon tak semulus yang diimpikan,dan Furqon masih tetap mennyimpan rahasia tertularnya dia oleh penyakit Aids. Kehidupan Azzam sedikit lebih baik ketika dia juga dipercaya oleh seorang pengasuh pesantren, yang juga ayah dari Ana, untuk mengisi kajian di mesjid pesantren. Namun, Azzam mengalami kepedihan, ketika Ibunya meninggal dalam sebuah kecelakaan, saat bersama dia. Azzam sendiri mengalami kelumpuhan, meski tak permanent. Endingnya, bisa ditebak…Ketika Ana tau kalo Furqon mengidap Aids, dia mengalami kekecewaan atas ketidakjujuran suaminya selama ini. Untungnya dia masih Virgin! Ana minta cerai dari istrinya, dan akhirnya kembali pada Azzam ;-)

*****

Dmc Ga beda jauh dengan cerita diatas, dalam kumpulan Novelet Pembangun Jiwa-pun begitu. Terdiri dari 3 cerita: Takbir Cinta Zahrana, Dalam Mihrab Cinta, dan Mahkota Cinta.

 

Takbir Cinta Zahrana, bercerita tentang kehidupan Zahrana yang masih melajang di usia yang semakin senja,meskipun kehidupannya telah mapan. Master dari  perguruan tinggi ternama, dan menjadi sebuah dosen di sebuah Universitas. Zahrana sempat menyesali, kenapa ketika dia masih muda, banyak kumbang yang meminangnya tapi tak dia terima. Padahal, orang-orang yang dulu dia tolak itu telah menjadi sukses. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sekarang, yang datang hanya “sampah”. Begitupun ketika pada akhirnya ada yang ingin meminangnya, Dekan fakultas dimana dia mengajar,seorang Duda. Bukan karena dia orang yang sudah tua yang membuat Zahrana kembali menolaknya, tapi lebih karena track record dia yang suka main perempuan dan kehidupan yang tidak Islami. Penolakan itu membuat Pa Karman (dekannya) tidak terima, ingin  menjerumuskan Zahrana. Tapi sebelum itu, Zahrana sudah meminta mundur terlebih dahulu dari Kampus. Membuat murka Pa Karman, dan sering menebar teror. Zahrana akhirnya memilih untuk mengajar di sebuah Tsanawiyah,meski gajinya jauh lebih kecil, namun dia merasa nyaman.  Proses pencarian jodoh pun tak berhenti sampe disitu, sampe pada suatu ketika dia ditawari jodoh seorang tukang kerupuk yang soleh dan lebih muda usianya dari dia. Kalau memang itu jodoh yang diberikan Alloh buat dia, Rana menerima, karena ternyata jodohnya ini adalah seorang yang taat beragama. Namun naas, ketika hari-H, justru berita duka yang ia terima: Jodohnya mengalami dicelakai orang dan meninggal. Namun pada akhirnya penantian Rana berakhir happy ending, ketika pada akhirnya jodoh berpihak pada dia. Hasan, Bekas mahasiswa yang ia bimbing skrispinya ;-) *Brondong Ooooy…* Hehe….

 

Diatas Mihrab Cinta, konon katanya juga sudah “dipinang” rumah produksi film untuk diangkat ke layar lebar. Bercerita tentang seorang anak pesantren (Syamsul) yang difitnah temannya, dituduh mencuri. Pada akhirnya Syamsul dikeluarkan dari pesantren, dan mencoba hidup mandiri karena ternyata keluarganya (kecuali Ibu dan Adiknya) juga tidak mempercayainya. Karena sudah tak ada yang percaya padanya, Syamsul pun akhirnya emmutuskan untuk menjadi orang tak baik sekalain. Menjadi pencopet! Awalnya tertangkap, tapi akhirnya dia banyak belajar dari temannya sesama penghuni sel untuk menjadi pencopet handal tanpa ketahuan. Syamsul minta bantuan adiknya ditebus dari sel, tapi kembali menjalani kehidupan gelapnya. Namun kehidupan berbalik, ketika dia mencopet dompet seorang wanita yang ternyata pacar dari orang yang telah memfitnahnya waktu di pesantren,yaitu Burhan. Ternyata selama ini Burhan membohongi Silvie. Pada kenyataanya, Burhan telah bertunangan dengan seorang santriwati. Niat Syamsul mengembalikan dompet, dan berencana membalas dendamnya, telah membawa kehidupan Syamsul ke arah yang lebih baik. Syamsul malah menjadi guru ngaji tetangga Silvie, dan akhirnya kenal baik dengan keluarga Silvie. Ketika pada akhirnya Syamsul membocorkan kebejatan Burhan pada keluarga Silvie dapat ditebak deh…Burhan pun pada akhirnya dipecat menjadi calon menantu, dan Syamsul menjadi penggantinya ;-)

 

Kalau Mahkota Cinta beda lagi, cerita ini mengambil setting kehidupan orang Indonesia di Malyasia. Ceritanya, tentang Zul seorang Sarjana yang mencoba merantau ke negeri Jiran  untuk bekerja dan melanjutkan kuliahnya. Meski lulusan sarjana, kehidupannya tak juga lebih baik, hanya menjadi pekerja kasar. Dalam perjalanan ke Malaysia , dia banyak ditolong oleh seorang TKW bernama Mbak Mari. Mbak Mari ini sudah menikah, tapi ternyata suaminya kejam, dan dia menjadi TKW untuk lepas dari kehidupan suaminya. Kehidupan Zul di Malaysia pun tak lebih baik dari sebelumnya. Dengan bekerja kasar sebagai pencuci pring di sebuah café, dia menghidupi kuliah S-2nya,. Untungnya dia punya teman se-Indonesia satu flat yang baik-baik, yang terus mendorongnya dan memberikan ilmu agama yang lebih baik. Hingga pada sustu ketika Zul emrasakan jatuh cinta yang sangat kepada Mbak mari dan beniat untuk menikahinya. Namun kenyataan belum berpihak padanya, karena ternyata rumah Mbak Mari yang didatanginya telah kosnong karena penghuni rumah tersebut dituduh sebagai pelacur dan ditagkap. Hancur hati Zul, tapi itu emmbuatnya semangat kembali untuk melanjutkan study-nya sampai selesai. Ketika datang tawaran untuk melamar menjadi seorang dosen di sebuah Universitas di tanah air,membawa Zul kembali ke tanah air. Disini, niatnya untuk menikah kembali muncul. Waktu di Malaysia dia sempat mau dijodohkan dengan gadis Melayu, tapi kandas karena ternyata perempuan yang mau dijodohkan dengannya sudah punya pilihan dari kakaknya. Di Jogja, Zul ditawari menikah dengan teman istri teman satu flat-nya waktu di Malaysia (Jangan bingung loh…:Hehe..). Ternyata oh ternyata…wanita yang dijodohkan dengannya itu tak lain adalah mbak Mari! Cinta pertamanya waktu di Malaysia dulu. Pertemuan kali ini emberikan titik terang, bahwa selama ini Mbak Mari bukanlah seorang pelacur. Hanya krena teman satu rumahnya ada yang menjadi pelacur, semua menjadi tertuduh. Dan selama di Malaysia dulu, ternyata Mbak mari juga seperti Zul: kuliah sambil bekerja, ngakunya jadi TKW.

 

*****

Setiap Novel, memang memiliki jalan cerita yang bikin penasaran. Namun disini kita dituntut untuk menjadi pembaca yang SMART. Bawa yang baiknya, buang yang buruknya ;-) Nilai-nilai kebaikan yang dibawa sang tokoh kita ambil, tapi jangan terlalu tinggi bermimpi kalau itu bisa kejadian juga dalam kehidupan nyata. Seperti kata gw dalam tulisan diawal: Kok terlalu SEMPURNA pada akhirnya. Emang ada yah S2 yang mau nikah sama tukang kerupuk keliling? Alhamdulillah banget kalau ada pencopet yang seperti si Zul, yaa..ngarepnya sih para copet jadi Insyaf habis baca buku ini :-) Aamiin…

 

Trus, pada akhirnya semua dikembalikan kepada kita, jadilah pembaca yang SMART. Jangan kayak Ibu-ibu yang habis liat film Ayat-Ayat Cinta trus minta Fedi Nuril jadi mantunya, karena kebawa sama tokoh ceritanya si Fahri. Heuheu..aya-aya wae! Trus buat Kan g Abik, mudah-mudahan bisa bikin cerita yang lebih bagus dan lebih bagus lagi. Dengan tidak menafikan, kalau gw acungi jempul juga buat Kang Abik, yang sudah membawa karya Islami ke level atas, dan mulai banyak dilirik orang, penrbit, dan juga para produser film. Great Job!!    

March 17th, 2008

Rona Hidup Rona

Posted by julia-imoet in Books

Resensi Buku: Rona Hidup Rona

By : Mira Arsjad

Hgqj2426big

Kata siapa cinta tak mengenal usia?

Kata siapa orang bebas jatuh cinta?

Kalau memang semua itu benar…

Kenapa aku enggak merasa begitu

Kenapa umur jadi masalah?

Buku ini (seperti biasa) sudah lama dibeli. Tapi baru sempat dibaca waktu long week end kemarin. Mau keluar kota, kebayang lamanya perjalanan Jakarta - Madiun -Wonogiri-Solo-Jakarta, gw pun milih buku ini sebagai “teman” dalam perjalanan. Di satu sisi gw suka baca ni buku, tapi di satu sisi..Fiuuuuh…dalem banget! Ringan sebetulnya, tapi “Berat” lah pokoknya mah (khususnya buat gw).

Ceritanya, tentang seorang perempuan bernama Rona. Usia 29 th, nyaris menikah, tapi gagal. Seperti buku yang sebelumnya gw baca (Being Hard…) alesannya karena cowoknya SELINGKUH. Na..Na..Na..Naa..Naaa…. SAKIT? pasti. Karena pernikahan hanya tinggal sebulan lagi,dan semuanya sudah dipersiapkan. Tapi Rona malah bersyukur, karena Tuhan telah membuka matanya sebelum Tion menjadi suaminya. Kalo kata lagunya KD- mah “ Terimakasiiih oh Tuhan, Kau tunjukkan siapa dia. Maaf kita putus, so tengkyu so much, I’m sorry goodbyeeeeeeeeee…”

Back to the topic. Rona ternyata tidak sepenuhnya terpuruk dalam kesedihan, cowok brengsek ga perlu ditangisi kepergiannya. Meski beberapa kali Tion ngajak balik, tapi karena Rona sudah tau gimana belangnya dia, males aja gitu buat balik lagi. Sampai pada suatu ketika, Rona berkenalan dengan gebetan adiknya (Nena) yang beda usia jauh. Nama cowo’ itu adalah Tama. Ga disangka, Rona dipertemukan kembali dengan Tama pada suatu kesempatan-kesempatan tak terduga. Hingga akhirnya, mereka harus masuk kedalam “Cinta Ngga Banget.”. Looh…?

Yaaah..gimana rasanya coba macarin gebetan ade’nya? Udah gitu beda usianya 9 tahun pula *Berondong mode On* Rona yang sudah mapan, sementara Tama baru masuk kuliah. Hehehe…Bisa ditebak, pada akhirnya hubungan rahasia itu harus terungkap juga. Sampai pada suatu ketika mereka berdua mengalami kecelakaan tragis karena berdebat akan suatu hal yang “prinsip”, beda usia diantara mereka.

Dalam kecelakan itu, Tama yang mengalami sakit parah dan koma. Saat itulah, Rona berkenalan dengan Rema, kakak Tama dari Ayah berbeda. Bisa ditebaklah gimana kelanjutannya.. ;-) Sebetulnya gw ga’ gitu sreg dengan endingnya. Happy ending yang menyakitkan. Hiks…Baca deh salah satu SMS yang dikirim Tama buat Rona:

Klo pun tnyata kt harus pisah…

Bukan krn aku mau…

Bkn krn aku sanggup…

Tp krn kt hrs..ato terpaksa

(Btw, ABG banget bahasanya! Hehe..tapi lebih mending lah cuma disingkat-singkat gitu. Daripada yang di tuker-tuker gitu bahasanya pake angka, or pake bahasa gaul. Heuheu…pusing lagi bacanya).

By the way anyway busway…gw suka buku ini, karena penulis pake bahasanya yang simple, jadi mengalir apa adanya banget. Yang unik, judulnya panjang-panjang euuy…kaya’ gw baca judul-judul headline di Koran Pos Kota, or Lampu merah. Heuheu…Tapi seru! Berani tampil beda.

Baca buku ini, gw jadi inget film “Prime” (Meryl Streep, Uma Thurman, Bryan Greenberg) sama “I could Never Be Your Woman” (Michelle Pfeiffer, Paul Rudd) yang pernah gw tonton. Eh, ada lagi! Lagunya T2!!! Broooniiiissss….Xixixixi….

March 16th, 2008

When A Man Lost a Woman

Posted by julia-imoet in Books

When_a_man_lost_a_woman_1 Suatu ketika, gw sedang dalam obrolan sersan “Serius tapi Santai” dengan seorang sahabat. Waktu itu,topik kita tentang mahluk Tuhan  yang bernama COWOK. Seperti biasa, kebetulan kita lagi saling curhat. Sahabat gw ini bertanya “Jul, gw pengen tau deh…gimana sih cowok kalau lagi patah hati.” Waktu itu gw cuma bisa tersenyum, ga tau gimana jawabnya.

Sampai suatu ketika gw baca sebuah Novel yang judulnya “When a Man Lost A Woman” karangan Ita Sembiring dari penerbit Gagas Media. Novel ini isinya berbagai kisah tentang lelaki-lelaki yang desperate. P’rus yang bercerai dari istrinya dengan 2 anak dan kemudian mencintai sepupunya sendiri, Roga yang selalu mencintai wanita lebih tua usianya dibanding dia, Boris “bandot” tua yang dikhianati Purjil yang pada akhirnya memilih pria yang seusia dengannya, Jan Peter yang diperas hartanya oleh wanita simpananya.

Rada berat juga sih ceritanya buat gw. Apalagi ini kisahnya ber-setting luar negeri yang gw ga ngerti banget, dan kehidupan bebas-nya yang yeaaachh…disgusting!!! Ga’ sesuai dengan norma agama dan susila ketimuran. Tapi gw baca juga sampe selese sih, penasaran aja gimana ujungnya. Akhirnya beberapa dari mereka dipertemukan dalam perjalanan di sebuah kereta, dan lucunya…ternyata ada salah 2 dari mereka yang pernah berhubungan dengan satu perempuan yg sama. Heuheu…Dunia emang sempit ya booww.

Finally, Neena San…here’ the answer for your question. Please read it:

Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka akibat perpisahan, dia tidak akan menjawab apa-apa kecuali saputan mendung di wajahnya…

Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan, kau akan melihat kedua tangannya terkepal, dan rahangnya mengeras karena amarah…

Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang yang disayang, dia masih bertahan dalam bisunya tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi…

Tapi coba tanyakan padanya…mengapa sudi dipecundangi cinta? Yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa. Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh, lalu berkata “Kalau kau pernah mengecap cinta, kau tak akan pernah bertanya.”

February 29th, 2008

BeInG 20SomeThinG is HarD!

Posted by julia-imoet in Books

Being20

Maybe I’ll just fall in luv, that could solve it all, philosophers say that’s enough, there surely must be more! Love ain’t the answer nor is work, the truth alludes me so much it hurts. But I’m still having fun and I guess that’s the Key, I’m a twenty something. Let me lie in, Leave me alone, I’m a twenty something!

Tau lagu Jazzy-nya “mas” Jammie Cullum yang judulnya Twenty Something itu kan? Sepertinya, Novel karangan Dewi Pravitasari terbitan Diwan Publishing ini juga terinspirasi dari lagu itu.

Meski gw udah melewati masa-masa “20something” itu, buku ini tetep nendang. Wajib dibaca, terutama buat yang mapan tapi masih single ;-) Juga buat mereka-mereka yang masih mencari jati diri di Quarter Life Crisis -krisis yang menimpa orang dari yang berada di usia 20-an,akibat tekanan lingkungan dan ekspektasi yang berlebihan di usia muda- dengan bertambah usia seseorang, ada berbagai krisis muncul. Menjelang usia dewasa, mereka semakin banyak berfikir tentang eksistensi hidupnya. Dan sayangnya, tidak semua harapan bisa sesuai dengan kenyataan…

Ceritanya tentang Sara (29th) yang meski sudah jadi psikolog kondang tapi masih betah melajang. Trauma? Mungkin. Ini berhubungan dengan kisah cintanya di masa lalu. Selepas SMA dia melanjutkan sekolahnya nya di Prancis. Menjalani kisah cinta dengan 2 cowok kakak beradik : Radit dan Zani, meski mereka hanya saudara tiri. Radit adalah cinta pertama Sara, tapi jalan hidup menentukan lain. Sara ternyata menjalani kisah cintanya di Paris bersama Zani, bahkan sampai hidup bersama. Ketika Sara menuntut Zani menikahinya, Zani malah berubah menjadi sosok Naif dan tega melakukan PERSELINGKUHAN di depan Sara. After that, Sara memutuskan melanjutkan hidup di Indonesia, dengan memulai kembali dari titik NOL.

Lama tidak bertemu, ternyata takdir harus mempertemukan Sarah dengan Radit dan Zani kembali. Akankah Sara memilih Zani? Ataukah Radit si cinta pertamanya? Atau tidak keduanya? Hehe..penasaran?. Baca aja deh bukunyaa….

Yang pasti, gw sih banyak banget memetik hikmah dari kejadian-kejadian yang menimpa Sara. Salah satunya, ketika Sara berdiskusi dengan sahabat-sahabatnya tentang konsep dari sebuah kata “pernikahan”. *Worried* Hmmh….pemikiran si Celine, gw banget tuh! At least,untuk saat-saat sekarang ini.

February 11th, 2008

Aku & Andrea Hirata

Posted by julia-imoet in Books

Bang_ikal

ANDREA HIRATA. Nama itu sudah lama diperbincangkan oleh orang-orang disekitarku yang hobby baca. Tadinya sih cuek aja, apa sih istimewanya? Peduli Amat..! Trus pernah baca artikel di Republika, tentang profil orang berpengaruh. Salah satunya ya Andrea Hirata ini. Duh..makin tambah penasaran aja deh. Siapa sih ni orang, magnet-nya sampe segitunya! Akhirnya, waktu pameran buku beberapa bulan lalu, buku ini lagi SALE Wah..mumpung diskon nih, boleh juga. Finally, beli langsung 3 jilid (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor). Itupun ga’ langsung dibaca. Seperti biasa, tumpuk duluuu! ;-) kalo sempat,baru dibaca. Kebetulan, waktu itu “Ketika Cinta Bertasbih” masih belum khatam dibaca.

Tamat baca bukunya Habiburahman El-Shirazy itu, baru deh pegang Laskar Pelangi. Itupun bacanya lamaaa..banget! Satu bulan ada, baru setengah buku juga ga habis. Maklum aja, bacanya kalo “warming up” sebelum tidur. Saking bosennya, baru beberapa halaman udah ngantuk. Sempet berenti lama juga tuh ga dibaca. Beberapa kali berbincang dengan teman yang sudah tamat ketiga jilid buku itu, mereka pada heboh biar aku segera menamatkan buku ini. Duh..tambah penasaran aja.

Finally,kebetulan lagi banyak waktu luang, akhirnya lanjut lagi bacanya. Ternyata…ADDICTED! Dalam jangka waktu singkat, semua buku dari Jilid 1-3 telah habis dilalap! Horeee..The End…The End! ;-) Hanya satu kata yang bisa terucap: AMAZING! Keren banget, ya ceritanya ya kata-katanya. Gw bener-bener kagum sama “Bang Ikal” ini, semangatnya itu patut diteladani sama siapapun yang mau maju. From Nothing, to be Something. Dari yang hanya bersekolah di sebuah gedung reyot di SD Muhammadiyah Belitong sana, hingga akhirnya bisa menjelajah Eropa-Afrika, dan bisa sukses seperti sekarang penuh dengan pengorbanan bahkan beberapa kali nyawanya hampir terenggut! Bang Ikal mengajarkan kepada kita kalau tidak sepatutnya kita takut untuk bermimpi. “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita”. Semua orang dapat menjadi apa saja yang diinginkannya, yang penting positive thinking dan positive action. Tetap berusaha, coba dan coba lagi. OPTIMIS.

Bukan hanya itu saja. Membaca bukunya, aku seperti terlempar kedalam kehidupan masa lalu, yang ternyata aku dan Bang Ikal punya beberapa kesamaan. Meski serupa tapi tak sama. Ada satu Bab di buku Jilid 2 – Sang Pemimpi, dimana aku bisa menangis tersedu-sedu ketika membacanya. Bab itu tentang “Baju Safari Ayahku”. (Bapak sudah meninggal ketika aku duduk di bangku kuliah tingkat kedua. Berbeda dengan Ayahnya Bang Ikal yang pendiam, Bapakku cenderung keras dan disiplin. Dulu sempat sebel juga, tapi sekarang aku bisa memetik hikmah dari itu semua. Satu level lebih beruntung dibanding Ayahnya Bang Ikal, Bapakku Alhamdulillah punya pekerjaan tetap sebagai PNS daerah. Hanya sebagai pegawai biasa, dengan gaji seadanya, dan harus mencukupi bagi ke-7 anaknya! Kalau keluarga Bang Ikal didominasi laki-laki, keluargaku didominasi perempuan. Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anaknya, setidaknya kesemuanya HARUS tamat SMA, Mamah juga harus banting tulang berdagang waktu itu. Alhamdulillah, Tuhan begitu baik dengan keluarga kami. Anak-anaknya dikaruniai otak yang lumayan cerdas, hingga kami tak begitu merepotkan dalam hal prestasi dibidang pendidikan. Ketika Bapak sudah pensiun, sampai akhirnya meninggal di usianya yang memang sudah tua, kami bahu membahu menolong adik-adik. Terutama yang paling tangguh dari keluargaku adalah kakak perempuanku yang pertama! Kakakku, Selepas SMA, dengan modal nekat menembus sekolah kedinasan tanpa restu Bapak, toh pada akhirnya dia menjadi tulang punggung keluarga kami. Sampai pada akhirnya bisa menembus beasiswa S1 dalam negeri dan S2 di luar negeri. Terinspirasi dengan keberhasilannya, waktu itu aku juga ingin mengikuti jejaknya. Dari kelas 2 SMA, fokus untuk belajar..belajar..dan mengambil kursus Akuntansi selepas sekolah, hanya untuk bisa menembus STAN. Waktu itu sudah keluar ultimatum “Tidak ada kuliah kalau tidak diterima di sekolah gratisan.” Waktu itu aku ga ikut UMPTN sama sekali, langsung saja daftar di STAN. Alhamdulillah diterima.) Yang membuat takjub dari cerita Bang Ikal tentang Ayahnya, yaitu ketika diterima menjadi kuli tetap di PN Timah, Ayah Bang Ikal diberi bonus kain putih kasar bergaris hitam yang akhirnya dijadikan lima> potong celana dan baju safari untuknya dan anak-anaknya. Hampir serupa dengan Bang Ikal, Bapakku juga sering dapat pembagian kain untuk baju seragam kantornya. Karena ada bahan lebih, bahan untuk baju Korpri pun waktu itu dijadikan baju juga buat anak-anaknya. Bayangkan! Kami anak-anak kecil berseragam Korpri ;-) Tapi ga’ sampai dipake buat baju lebaran keliling kampung seperti Bang Ikal sih, hehe…. Cukup untuk baju sehari-hari dirumah saja.

Ada satu lagi cerita Bang Ikal yang hampir sama dengan kehidupanku, yaitu mengenai masa kecilnya. Meski kami bukan tinggal di desa, tapi di sebuah kompleks perumahan, tapi kenakalan kami mirip banget sama Bang Ikal and the gank. Dalam satu kompleks itu kebetulan banyak banget anak-anak sepantaran, dan kami pun sering bermain bersama. 10 orang ada, bahkan lebih! Kalau main, kita sampai jauh-jauh ke pelosok dan pada akhirnya ketika pulang sering dimarahin. Nakalnya juga sebelas-dua belas lah! ;-) Entah kenapa, kita suka banget main di mushola. Bukan didalam, tapi di terasnya. Kalau Bang Ikal punya Taikong Hamim, kami punya Pak Kamil (Alm). Orangnya sudah tua, dan kita waktu itu sebel banget kalau lagi main-main di mesjid trus disuruh bubar karena berisik dan Nakal. Kejadian mempermainkan kata “Aamiin…” selepas baca Al Fatihah juga pernah dilakukan, panjaaang..dan lamaaaa! Malah parahnya, suatu ketika ada tukang Ganasturi (Jajanan dengan bahan dasar dari kacang ijo) lewat pas sholat Jamaah depan mesjid. Selepas kita membaca Aamin, terdengar tukang Ganasturi keliling itu menawarkan dagangannya “Ganastuuuuuriii….”. Di lain waktu, ada salah satu teman yang nakal membuat onar. Setelah Imam membacakan Alfatihah tiba-tiba saja temanku ini berteriak “Aaaaaaaaaaaaamiiiiin…Ganastuuuuriii….”. Waktu itu kami teman-temannya hanya cekikikan saja mendengar ulah teman yang nakal ini. Tuhan Tahu, Tapi Tuhan Menunggu.  Tapi semoga saja balasannya tidak separah ceritanya Arai *Astagfirullaahaladziim…*

Ada

lagi yang menarik. Tentang konsep Mozaik yang dibilang Bang Ikal. Tentang jalan rahasia yang tersembunyi diantara lipatan sekat-sekat dimensi ruang waktu. Jalan rahasia yang menghubungkan apa yang dialami kita saat ini dengan peristiwa di masa lalu. Bahwa sekecil apapun suatu hal terjadi, itu memang karena ada alasannya. Pesan-pesan suci Alquran dan Hipotesa Harun Yahya mengatakan bahwa tak ada hal sekecil apapun terjadi karena kebetulan (Hmmh…Rencana Besar-PadI, nih…). Dan aku telah merasa mengalami itu sejak lama, pengalaman itu adalah : Di setiap aku nyasar ke suatu tempat, atau tiba-tiba saja ingin mengunjungi suatu tempat tanpa tahu alasannya apa, tiba-tiba saja tempat itu pada suatu ketika akan aku kunjungi kembali! Dua hal yang keinget banget, waktu itu aku ada perlu ke kantor kakakku, dan nyasar ke sebuah tempat yang sama sekali asing. Beberapa tahun kemudian, ternyata tempat itu menjadi tempat dimana aku bekerja sekarang. Trus satu lagi. Ketika Tour of Java kemarin, entah kenapa temanku berinisiatif untuk pulang lewat Semarang. Padahal kita waktu itu beneran bingung mau ngapain disana? Tempat wisata juga ga banyak. Tidak begitu lama, ada kabar kalau keluarga besar dari Mamah mau mengadakan reuni keluarga besar di Semarang ini. Hehe..aneh bukan? Yaah..itulah salah dua contohnya. Pastinya, setiap habis menemui tempat asing/nyasar, selalu terbersit dalam pikiranku “Duh..ada apa dengan tempat ini yah? Suatu ketika aku kembali untuk apa? Hmmh..speechless deh… Ya..Ya..Ya..Tuhan Tahu, Tapi Tuhan Menunggu.

Satu lagi pelajaran lain yang bisa diambil dari quotes-nya Bang Ikal :

Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih NIHIL, maka sebenarnya kita telah menemukan apa yang kita cari dalam diri kita sendiri, yaitu KENYATAAN. Kenyataan yang harus dihadapi, sepahit apapun keadaannya.

Finally, baca bukunya Bang Ikal ini banyak banget pelajaran yang bisa dipetik. Ga hanya sebatas cerita yang lewat begitu saja, tapi begitu dalem membekas di hati. Obsesiku sekarang tambah satu lagi: Pengen ketemuuuu sama Bang Ikaaaaaal…. ;-) Ur My Inspiration.. Katanya buku ini mau dijadikan film. Sempat bilang sama teman-temanku sesame “Andreanis”, “Wah..cocoknya yang jadi Andrea Hirata tuh Kangmas Noe - Letto. Ikalnya kan udah sama tuh, tapi kalo ngomong Jawa-nya medok banget. Ga pantes karena ceritanya Bang Ikal ini kan orang Belitong. Hihi…” Trus ada lagi yang comment “Kalo Miles yang bikin, bisa jadi Nicholas Saputra tuh yang jadi Bang Ikal.” Hmmmh..tapi ga pantes juga sih menurutku, terlalu modern. Hehe…Ada yang parah lagi bilang gini “Eh,itu aja tuh yang jadi si Boim (Alias Ucup Bajuri). rambutnya ikal juga.” Whuehehe…tambah Ngaco deh. The End aja yaaah… ;-)

P.S

Wahai Angin..Tolong sampaikan salam manisku untuk Bang Ikal ;-)

Next Page »
  • Monthly

  • Blogroll

  • Meta: